bacakoran.co

KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Sita Rp2,7 Miliar: Pemerasan Proyek hingga Libatkan Oknum Pegawai KPK

KPK gelar OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terkait pemerasan proyek dan jual beli jabatan sita barang bukti Rp2,7 miliar--Twitter

BACAKORAN.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Bupati Pemalang, yang baru menjabat periode 2025-2030, ditangkap bersama puluhan orang lain dalam kasus dugaan pemerasan proyek dan jual beli jabatan.

Kasus ini semakin mengejutkan karena melibatkan oknum pegawai KPK yang diduga memeras bupati untuk mengurus perkara.

Operasi ini menjadi OTT ke-18 KPK sepanjang 2026 dan menambah daftar kepala daerah yang terjerat.

BACA JUGA:OJK Cabut Izin 10 BPR 2026, Nasabah Wajib Tahu Ini

Total 21 orang diamankan dari Jakarta, Pemalang, dan Purworejo, dengan barang bukti uang tunai mencapai Rp2,7 miliar.

Kasus ini mencerminkan tantangan pemberantasan korupsi di tingkat daerah pasca-Pilkada 2024.

Kronologi OTT Bupati Pemalang dan Penangkapan di Jakarta  

OTT berlangsung mulai Selasa, 28 Juli 2026.

KPK melakukan operasi senyap di beberapa lokasi.

Bupati Anom Widiyantoro ditangkap di sebuah hotel di Jakarta.

Tim penyidik kemudian mengamankan orang-orang kepercayaannya serta pejabat daerah di Pemalang.

Sebagaimana dikutip dari akun X @Jateng_Twit pada tanggal 30 Juli 2026, sejumlah nama diamankan termasuk Aw (Bupati), ADM (ajudan), JE (driver), ABR (rekan bupati), DIS (pegawai KPK), serta delapan orang dari Pemalang seperti GHA (swasta), JKT (Kadis PUPR), BS (Sekda), dan lainnya termasuk istri bupati.

BACA JUGA:Viral Isu Pesugihan, Sarwendah Akhirnya Ungkap Kebenaran di Gunung Kawi

Pada 30 Juli 2026, KPK menggelar konferensi pers dan menahan empat tersangka utama.

Daftar Tersangka Utama  

KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Sita Rp2,7 Miliar: Pemerasan Proyek hingga Libatkan Oknum Pegawai KPK

Ghea

Tri


bacakoran.co – komisi pemberantasan korupsi (kpk) kembali menunjukkan taringnya dengan operasi tangkap tangan (ott) yang menjerat bupati pemalang anom widiyantoro.

bupati pemalang, yang baru menjabat periode 2025-2030, ditangkap bersama puluhan orang lain dalam kasus dugaan pemerasan proyek dan jual beli jabatan.

kasus ini semakin mengejutkan karena melibatkan oknum pegawai kpk yang diduga memeras bupati untuk mengurus perkara.

operasi ini menjadi ott ke-18 kpk sepanjang 2026 dan menambah daftar kepala daerah yang terjerat.

total 21 orang diamankan dari jakarta, pemalang, dan purworejo, dengan barang bukti uang tunai mencapai rp2,7 miliar.

kasus ini mencerminkan tantangan pemberantasan korupsi di tingkat daerah pasca-pilkada 2024.

kronologi ott bupati pemalang dan penangkapan di jakarta  

ott berlangsung mulai selasa, 28 juli 2026.

kpk melakukan operasi senyap di beberapa lokasi.

bupati anom widiyantoro ditangkap di sebuah hotel di jakarta.

tim penyidik kemudian mengamankan orang-orang kepercayaannya serta pejabat daerah di pemalang.

sebagaimana dikutip dari akun x @jateng_twit pada tanggal 30 juli 2026, sejumlah nama diamankan termasuk aw (bupati), adm (ajudan), je (driver), abr (rekan bupati), dis (pegawai kpk), serta delapan orang dari pemalang seperti gha (swasta), jkt (kadis pupr), bs (sekda), dan lainnya termasuk istri bupati.

pada 30 juli 2026, kpk menggelar konferensi pers dan menahan empat tersangka utama.

daftar tersangka utama  

anom widiyantoro (awi) – bupati pemalang  

mohamad haris/gus haris (gha) – orang kepercayaan bupati/pihak swasta  

lilik budi suprianto (lbs) – ayah dis, pihak swasta  

setya budi dias oktavianto (dis) – staf administrasi kpk  

dua klaster kasus yang terungkap  

kpk membagi perkara menjadi dua klaster utama:  

klaster pemerasan oleh bupati: anom widiyantoro dan gus haris diduga memeras pejabat bawahannya serta pihak swasta terkait proyek dan jual beli jabatan di pemkab pemalang.

uang hasil pemerasan dikumpulkan mencapai rp1,98 miliar.  

klaster pemerasan oknum kpk: dis dan ayahnya (lbs) diduga memanfaatkan posisi dis di kpk untuk memeras bupati terkait pengurusan perkara.

ini menjadi sorotan karena melibatkan internal lembaga antirasuah.

rincian barang bukti rp2,7 miliar yang disita  

menurut plt. direktur penyidikan kpk achmad taufik husein:  

rp300 juta di rumah gha  

rp80 juta di rumah media/pemenangan  

rp670 juta dari buku rekening a.n. gha  

rp1,2 miliar di rumah lbs  

rp451 juta dalam koper di mobil bupati (diamankan di jakarta)

kasus ini terjadi kurang dari dua tahun setelah anom widiyantoro dilantik (20 februari 2025).

sebelumnya, ia berlatar belakang profesional dan eksekutif bumn.

harta kekayaannya dilaporkan mencapai rp21,3 miliar.

ini menjadi ott kepala daerah ke-12 sepanjang 2026 dan menambah catatan panjang kepala daerah hasil pilkada 2024 yang terjerat.

reaksi netizen dan masyarakat  

berita ini langsung menjadi trending di media sosial.

“kasuse tambah tuwet: bupati pemalang di tangkap kpk, oknum staff kpk memeras bupati, bupati perintahkan orang kepercayaan buat memeras bawahan,” tulis @bogerbojinovv.

"sekarang kantor kabupaten pemalang pindah ke gedung merah putih kpk ya gaes ya,” tulis @zepy93.

Tag
Share