bacakoran.co

Mahasiswi Undana Kupang Diduga Depresi usai Sidang Skripsi Batal 12 Kali, Kampus Lakukan Investigasi

Mahasiswi FKM Undana Kupang diduga depresi setelah sidang skripsi batal berulang hingga 12 kali.--undana.ac.id

BACAKORAN.CO - Kasus mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Jessica Sofia Tunardjo, menjadi sorotan publik setelah video dirinya menangis histeris viral di media sosial.

Diduga mengalami tekanan psikologis berat akibat pembatalan ujian yang disebut berulang hingga 12 kali, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Wirasakti Kupang.

Pihak kampus langsung turun tangan melakukan investigasi sambil memprioritaskan pemulihan kesehatan mahasiswi semester 10 tersebut.  

Video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar memperlihatkan seorang perempuan muda tergeletak di lantai sambil menangis tak terkendali.

BACA JUGA:Ruben Onsu Disebut Netizen Selingkuh dengan Pria, Kuasa Hukum Tantang Bukti: Jangan Fitnah!

Beberapa orang berusaha menenangkannya.

Narasi yang menyertai video menyebut bahwa kejadian itu terjadi setelah dosen penguji menghubungi mahasiswi dan meminta penggantian penguji menjelang jadwal ujian.  

Mahasiswi tersebut adalah Jessica Sofia Tunardjo (sering disebut JST), mahasiswa Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat FKM Undana yang sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan lulus ujian proposal.

Ia berada di semester 10 dengan reputasi akademik yang baik di lingkungan fakultas.  

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan pembatalan sudah terjadi berulang kali, bahkan disebut hingga 12 kali, baik pada tahap proposal maupun hasil.

BACA JUGA:Pembukaan Harga TBS Sawit Sumatera Awal Agustus 2026: Daerah Mana yang Alami Kenaikan Tertinggi?

Hal ini memicu reaksi luas karena menyentuh isu kesehatan mental mahasiswa dan kualitas layanan akademik di perguruan tinggi.  

Sebagaimana dikutip dari akun X @garudatv_sumut pada 1 Agustus 2026, laporan visual menampilkan kondisi mahasiswi yang tertekan serta pernyataan bahwa kampus sedang menyelidiki dugaan pembatalan berulang.  

Respons Resmi Dekan FKM Undana

Dekan FKM Undana, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., langsung merespons setelah informasi viral. Ia menggelar rapat koordinasi dengan wakil dekan, ketua program studi, kepala tata usaha, dan pihak terkait.  

Mahasiswi Undana Kupang Diduga Depresi usai Sidang Skripsi Batal 12 Kali, Kampus Lakukan Investigasi

Berry

Tri


bacakoran.co - kasus mahasiswi fakultas kesehatan masyarakat (fkm) universitas nusa cendana () kupang, jessica sofia tunardjo, menjadi sorotan publik setelah video dirinya menangis histeris viral di media sosial.

diduga mengalami tekanan psikologis berat akibat pembatalan ujian yang disebut berulang hingga 12 kali, ia sempat dirawat di rumah sakit wirasakti kupang.

pihak kampus langsung turun tangan melakukan investigasi sambil memprioritaskan pemulihan kesehatan mahasiswi semester 10 tersebut.  

video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar memperlihatkan seorang perempuan muda tergeletak di lantai sambil menangis tak terkendali.

beberapa orang berusaha menenangkannya.

narasi yang menyertai video menyebut bahwa kejadian itu terjadi setelah dosen penguji menghubungi mahasiswi dan meminta penggantian penguji menjelang jadwal ujian.  

mahasiswi tersebut adalah jessica sofia tunardjo (sering disebut jst), mahasiswa program studi s-1 kesehatan masyarakat fkm undana yang sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan lulus ujian proposal.

ia berada di semester 10 dengan reputasi akademik yang baik di lingkungan fakultas.  

informasi yang beredar di media sosial menyebutkan pembatalan sudah terjadi berulang kali, bahkan disebut hingga 12 kali, baik pada tahap proposal maupun hasil.

hal ini memicu reaksi luas karena menyentuh isu kesehatan mental mahasiswa dan kualitas layanan akademik di perguruan tinggi.  

sebagaimana dikutip dari akun x @garudatv_sumut pada 1 agustus 2026, laporan visual menampilkan kondisi mahasiswi yang tertekan serta pernyataan bahwa kampus sedang menyelidiki dugaan pembatalan berulang.  

respons resmi dekan fkm undana

dekan fkm undana, prof. dr. ir. apris a. adu, s.pt., m.kes., langsung merespons setelah informasi viral. ia menggelar rapat koordinasi dengan wakil dekan, ketua program studi, kepala tata usaha, dan pihak terkait.  

“saya sangat menyesalkan kejadian ini. kondisi seperti ini tentu bukan yang kita harapkan. harapan kami, fkm menjadi fakultas yang memberikan pelayanan terbaik, terutama kepada mahasiswa sebagai pemangku kepentingan utama,” ujar apris adu dalam konferensi pers di gedung fkm undana.  

pihak fakultas segera menjenguk jessica di rs wirasakti kupang dan memberikan dukungan.

fokus utama saat ini adalah pemulihan kesehatan mentalnya.

tim kesehatan mental dari dosen psikologi undana disiapkan untuk pendampingan.  

“kita urus dulu anak ini supaya pulih. setelah itu baru kita masuk ke tahapan berikutnya. jadi mohon semua pihak bersabar,” tegas apris. ia juga memastikan bahwa secara akademik jessica sudah siap untuk ujian hasil dan skripsi.  

wakil rektor iv undana, philiphi de rozari, menegaskan kampus sedang melakukan investigasi menyeluruh dan membuka kemungkinan sanksi jika ditemukan pelanggaran akademik.  

klarifikasi dari pihak dosen penguji

melalui kuasa hukumnya, rudy tonubesi, dosen penguji memberikan klarifikasi.

menurutnya yang dibatalkan bukan ujian skripsi, melainkan ujian seminar hasil penelitian.  

permintaan penggantian penguji dilakukan karena dosen baru menerima informasi jadwal sehari sebelumnya.

materi tulisan mahasiswa belum diterima dan referensi pengujian belum disiapkan, sehingga terkesan mendadak.  

“kuasa hukum berharap proses investigasi pihak kampus berjalan objektif dan tidak menyudutkan satu pihak saja,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui media indonesia pada 1 agustus 2026.  

sebagaimana dikutip dari akun x @mediaindonesia pada tanggal 1 agustus 2026, video klarifikasi dosen dan pernyataan dekan turut beredar luas, menunjukkan upaya transparansi dari kedua belah pihak.  

banyak netizen bereaksi.

“pembatalan sampai 12x itu bukan insidentil, pasti ada kesengajaan,” tulis @harhan724.

di banyak perguruan tinggi, proses skripsi sering menjadi titik rawan stres.

komunikasi yang kurang jelas antara mahasiswa, pembimbing, dan penguji dapat memperburuk situasi.  

undana membentuk tim investigasi internal untuk menelusuri kronologi lengkap, termasuk riwayat penjadwalan dan komunikasi terkait.

sementara itu hak akademik jessica dijamin.

rektorat menyatakan akan mengawal hingga ia lulus.  

Tag
Share