bacakoran.co

Badai PHK Belum Usai, 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries Kena PHK Massal, Pabrik Garmen Setop Produksi

Ratusan buruh PT Namnam Fashion Industries di Cimahi Tengah di PHK --Twitter

BACAKORAN.CO - Suasana haru dan tangis pecah di lantai produksi PT Namnam Fashion Industries, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, saat ratusan pekerja menghadapi hari terakhir mereka.

Perusahaan garmen tersebut menghentikan kegiatan produksi sehingga memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Data sementara dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi mencatat 178 karyawan terdampak.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa badai PHK di industri tekstil dan garmen Indonesia masih berlangsung. 

BACA JUGA:Blak-blakan di Podcast Deddy Corbuzier, Ruben Onsu Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Sarwendah...

Sebagaimana dikutip dari akun X @indepenSumatera pada tanggal 4 Agustus 2026, “Lagi-lagi kabar duka dari industri tekstil & garmen Ratusan pekerja PT Namnam Fashion Industries di Cimahi Tengah terpaksa di-PHK karena perusahaan udah gak sanggup jalanin operasional… Data sementara dari Disnaker Cimahi, ada 178 karyawan yang terdampak.”

PT Namnam Fashion Industries, yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara (Leuwigajah), Cimahi Tengah, merupakan perusahaan apparel yang sudah beroperasi sejak akhir 1980-an.

Menurut pernyataan Kepala Disnaker Kota Cimahi Asep Jayadi, perusahaan menghentikan produksi dan melakukan PHK.

Penyebab pastinya masih ditelusuri namun diduga kuat terkait efisiensi dan penurunan order.

BACA JUGA:BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, 4 Wilayah Wajib Waspada Hujan Lebat

Beberapa laporan awal menyebut angka sekitar 300 pekerja, namun data resmi sementara yang dirilis Disnaker adalah 178 orang. 

Pihak Disnaker memastikan akan mendalami proses PHK agar hak-hak pekerja, termasuk pesangon dan jaminan sosial, terpenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan. 

Respons Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi penutupan pabrik tersebut dengan perspektif industri.

Ia menyatakan bahwa fenomena PHK di sektor garmen merupakan bagian dari dinamika industri padat karya yang sangat sensitif terhadap biaya tenaga kerja. 

Badai PHK Belum Usai, 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries Kena PHK Massal, Pabrik Garmen Setop Produksi

Budi

Tri


bacakoran.co - suasana haru dan tangis pecah di lantai produksi pt namnam fashion industries, cimahi tengah, kota cimahi, jawa barat, saat ratusan pekerja menghadapi hari terakhir mereka.

perusahaan garmen tersebut menghentikan kegiatan produksi sehingga memicu pemutusan hubungan kerja (phk) massal.

data sementara dari dinas tenaga kerja (disnaker) kota cimahi mencatat 178 karyawan terdampak.

peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa badai phk di industri tekstil dan garmen indonesia masih berlangsung. 

sebagaimana dikutip dari akun x @indepensumatera pada tanggal 4 agustus 2026, “lagi-lagi kabar duka dari industri tekstil & garmen ratusan pekerja pt namnam fashion industries di cimahi tengah terpaksa di-phk karena perusahaan udah gak sanggup jalanin operasional… data sementara dari disnaker cimahi, ada 178 karyawan yang terdampak.”

pt namnam fashion industries, yang berlokasi di jalan mahar martanegara (leuwigajah), cimahi tengah, merupakan perusahaan apparel yang sudah beroperasi sejak akhir 1980-an.

menurut pernyataan kepala disnaker kota cimahi asep jayadi, perusahaan menghentikan produksi dan melakukan phk.

penyebab pastinya masih ditelusuri namun diduga kuat terkait efisiensi dan penurunan order.

beberapa laporan awal menyebut angka sekitar 300 pekerja, namun data resmi sementara yang dirilis disnaker adalah 178 orang. 

pihak disnaker memastikan akan mendalami proses phk agar hak-hak pekerja, termasuk pesangon dan jaminan sosial, terpenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan. 

respons gubernur jawa barat dedi mulyadi 

gubernur jawa barat dedi mulyadi menanggapi penutupan pabrik tersebut dengan perspektif industri.

ia menyatakan bahwa fenomena phk di sektor garmen merupakan bagian dari dinamika industri padat karya yang sangat sensitif terhadap biaya tenaga kerja. 

“perusahaan padat karya memang begitu. kalau sudah mencapai titik tertentu dan ada daerah lain yang biaya tenaga kerjanya lebih murah, biasanya mereka pindah. itu terjadi di mana-mana,” ujar dedi mulyadi, selasa (4/8/2026). 

menurutnya investasi garmen dan alas kaki kini bergeser ke wilayah dengan upah lebih kompetitif seperti indramayu, majalengka dan garut.

ia menekankan bahwa peluang kerja di sektor industri masih terbuka di kawasan pertumbuhan industri baru tersebut dan mengimbau pekerja terdampak untuk mempertimbangkan peluang di sana. 

badai phk di industri tekstil dan garmen 

kasus pt namnam bukan kejadian tunggal.

industri tekstil dan garmen indonesia sudah lama menghadapi tekanan berupa penurunan order, banjir produk impor, biaya bahan baku yang tinggi, serta persaingan global.

sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah pabrik di jawa barat dan jawa tengah mengalami penutupan atau efisiensi besar-besaran. 

di media sosial, netizen merespons dengan keprihatinan.

“ternyata badai phk di industri garmen dan textile blm berhenti ya,” tulis @dairydaymee.

“dan pengangguran semakin bertambah lagi,” tulis @combisaxect.

Tag
Share