bacakoran.co

Terkuak! Ini Sosok DS Pemilik 995 Senjata di Sekolah Pondok Pinang, Ternyata Sudah Meninggal Sejak 2020

Polda Metro Jaya ungkap identitas DS, pemilik 995 senjata di sekolah Pondok Pinang yang ternyata sudah meninggal sejak 2020. --Tangkap layar/disway

Sementara satu pucuk lainnya dipastikan merupakan senjata api sungguhan jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge, yang dikenal sebagai jenis combat shotgun.

"Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA," ujar Budi Hermanto.

Senjata api tersebut kini diamankan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk pendalaman lebih lanjut, sedangkan 995 pucuk senjata angin telah dipindahkan ke gudang Subdit Wasendak Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya.

Pemilik Senjata Api Ternyata Sudah Meninggal Sejak 2020

Fakta mengejutkan muncul saat polisi menelusuri kepemilikan senjata api Franchi SPAS-15 tersebut.

BACA JUGA:Gempa M5,7 Guncang Halmahera Barat, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan catatan, senjata itu terdaftar atas nama DS.

Namun hasil penelusuran Direktorat Intelkam melalui Subdit Wasendak menemukan bahwa DS ternyata telah meninggal dunia sejak tahun 2020.

"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujar Budi Hermanto.

BACA JUGA:Prabowo Murka Disindir Jago Orasi Saja: Peringatan Keras Tunggu Panggilan, Jangan Nantang Gue!

Fakta ini membuat status kepemilikan, perizinan, hingga penguasaan atas senjata api tersebut menjadi tanda tanya besar dan kini menjadi fokus utama penyelidikan polisi.

Mantan Ketua Yayasan Berinisial IWD Bakal Diperiksa

Untuk mengungkap lebih jauh asal-usul ratusan senjata tersebut, polisi berencana memeriksa pria berinisial IWD yang merupakan mantan ketua yayasan sekolah swasta tempat ditemukannya ratusan senjata itu.

IWD diketahui pernah menjabat sebagai pengurus yayasan sebelum akhirnya digantikan oleh pengurus baru pada 2026.

BACA JUGA:Bingung Pilih Kelas Karyawan atau Kuliah Online? Simak Tipsnya Sebelum Mendaftar!

Pemeriksaan terhadap IWD dilakukan untuk memperjelas asal-usul, kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, hingga tujuan penyimpanan seluruh senjata yang ditemukan di ruangan bekas kantor ketua yayasan tersebut.

Penyimpanan ratusan senjata di lokasi yang tidak semestinya turut menjadi sorotan, mengingat pengurus yayasan yang baru meminta agar seluruh barang tersebut segera dipindahkan dari area sekolah.

Polisi Masih Selidiki Kasus Secara Menyeluruh

Terkuak! Ini Sosok DS Pemilik 995 Senjata di Sekolah Pondok Pinang, Ternyata Sudah Meninggal Sejak 2020

Handoko

Tri


bacakoran.co – polda metro jaya akhirnya mengungkap 995 senjata yang ditemukan di sebuah sekolah swasta di kawasan pondok pinang, kebayoran lama, jakarta selatan.

pemilik senjata tersebut diketahui berinisial ds, seorang direktur perusahaan importir yang ternyata telah meninggal dunia sejak tahun 2020.

kabid humas polda metro jaya kombes pol budi hermanto mengungkapkan hal ini kepada wartawan pada jumat, 7 agustus 2026, menyusul penelusuran mendalam yang dilakukan direktorat intelkam polda metro jaya bersama polres metro jakarta selatan.

identitas ds terungkap sebagai direktur perusahaan senjata

berdasarkan hasil penelusuran identitas, ds diketahui merupakan direktur pada sebuah perusahaan berinisial pt lkp yang bergerak di bidang importir senjata angin dan airsoft gun.

"jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan pt lkp. lkp ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun," ujar budi hermanto.

perusahaan yang dimaksud diketahui bernama pt lokta karya perbakin (persatuan menembak indonesia).

direktur utama pt lokta karya perbakin, alhadid endar putra, membenarkan bahwa 995 pucuk senjata jenis airsoft gun yang ditemukan di sekolah tersebut merupakan milik perusahaannya dan memiliki izin resmi.

"benar, itu milik lokta karya perbakin. itu sudah jelas, ada izinnya yang 995 pucuk itu berupa airsoft gun," ujar alhadid endar putra.

alhadid yang juga bertindak sebagai kuasa hukum mantan ketua yayasan sekolah berinisial iwd menyebutkan, ratusan senjata angin tersebut memiliki surat izin dengan nomor si/5483-xii/2008 yang telah ditunjukkan kepada pihak kepolisian saat pemeriksaan di polres metro jakarta selatan.

rincian 995 senjata angin dan satu senjata api

dari total 996 pucuk benda yang ditemukan, polisi memastikan sebanyak 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api.

rinciannya terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, dan 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter.

sementara satu pucuk lainnya dipastikan merupakan senjata api sungguhan jenis franchi spas-15 kaliber 12 gauge, yang dikenal sebagai jenis combat shotgun.

"dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. dan satu pucuk merupakan senjata api jenis franchi spas-15 kaliber 12 ga," ujar budi hermanto.

senjata api tersebut kini diamankan oleh penyidik polres metro jakarta selatan untuk pendalaman lebih lanjut, sedangkan 995 pucuk senjata angin telah dipindahkan ke gudang subdit wasendak direktorat intelkam polda metro jaya.

pemilik senjata api ternyata sudah meninggal sejak 2020

fakta mengejutkan muncul saat polisi menelusuri kepemilikan senjata api franchi spas-15 tersebut.

berdasarkan catatan, senjata itu terdaftar atas nama ds.

namun hasil penelusuran direktorat intelkam melalui subdit wasendak menemukan bahwa ds ternyata telah meninggal dunia sejak tahun 2020.

"dari hasil pendalaman direktorat intelkam subdit wasendak menemukan bahwa saudara ds sudah meninggal dunia tahun 2020. sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujar budi hermanto.

fakta ini membuat status kepemilikan, perizinan, hingga penguasaan atas senjata api tersebut menjadi tanda tanya besar dan kini menjadi fokus utama penyelidikan polisi.

mantan ketua yayasan berinisial iwd bakal diperiksa

untuk mengungkap lebih jauh asal-usul ratusan senjata tersebut, polisi berencana memeriksa pria berinisial iwd yang merupakan mantan ketua yayasan sekolah swasta tempat ditemukannya ratusan senjata itu.

iwd diketahui pernah menjabat sebagai pengurus yayasan sebelum akhirnya digantikan oleh pengurus baru pada 2026.

pemeriksaan terhadap iwd dilakukan untuk memperjelas asal-usul, kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, hingga tujuan penyimpanan seluruh senjata yang ditemukan di ruangan bekas kantor ketua yayasan tersebut.

penyimpanan ratusan senjata di lokasi yang tidak semestinya turut menjadi sorotan, mengingat pengurus yayasan yang baru meminta agar seluruh barang tersebut segera dipindahkan dari area sekolah.

polisi masih selidiki kasus secara menyeluruh

hingga saat ini, polda metro jaya bersama polres metro jakarta selatan masih terus mendalami kasus penemuan ratusan senjata di sekolah swasta kawasan pondok pinang tersebut.

polisi turut menemukan sejumlah dokumen selama proses penyelidikan, termasuk dokumen surat impor senjata angin bernomor si/5483-xii/2008.

penyelidikan juga mengacu pada peraturan kepolisian nomor 1 tahun 2022 tentang perizinan, pengawasan, dan pengendalian senjata api, guna memastikan seluruh temuan tersebut sesuai atau justru melanggar ketentuan yang berlaku.

Tag
Share