USD Melemah, Rupiah Menguat ke Rp17.870! Cek Kurs Dolar dan Mata Uang Hari Ini
USD Melemah, Rupiah Menguat ke Rp17.870! Cek Kurs Dolar dan Mata Uang Hari Ini.gbr.medcom.id--
Mengapa USD Melemah pada Awal Agustus 2026?
BACAKORAN.CO - Dolar Amerika Serikat (USD) melemah hingga menyentuh level terendah sejak Mei setelah data tenaga kerja AS berada di bawah perkiraan pasar. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.
Data Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih rendah dari perkiraan menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum. Perkembangan tersebut memberikan tekanan terhadap USD sekaligus meningkatkan perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter The Fed.
Secara sederhana, data ekonomi AS yang melemah dapat mengurangi alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi ini kemudian dapat memengaruhi pergerakan USD terhadap berbagai mata uang, termasuk Rupiah.
Bagaimana Konflik Timur Tengah Memengaruhi Harga Minyak?
Iran dan Oman disebut belum mencapai kesepakatan final untuk membuka kembali Selat Hormuz pada akhir pekan lalu. Tehran juga kembali mengajukan sejumlah tuntutan kepada Washington sehingga ketidakpastian mengenai kelancaran pasokan energi masih tinggi.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis perdagangan energi dunia. Ketidakpastian di kawasan tersebut berpotensi membuat pasokan minyak dan gas tetap terbatas sehingga pergerakan harga komoditas energi perlu dicermati.
Dalam data pasar yang digunakan, harga minyak mentah berada di level USD78,68 per barel.
BACA JUGA:Rupiah Stabil, Harga Gadget Aman? Ini Dampaknya bagi Konsumen
Apakah RBA Akan Menahan Suku Bunga?
Bank Sentral Australia (RBA) diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Inflasi yang mulai menurun, pasar tenaga kerja yang melunak, dan pelemahan sektor perumahan menjadi beberapa alasan yang mendukung perkiraan tersebut.
Namun, ekspektasi inflasi yang masih meningkat dapat membuat RBA mempertahankan nada hawkish. Karena itu, investor akan mencermati keputusan suku bunga sekaligus pernyataan resmi bank sentral mengenai prospek inflasi dan ekonomi Australia.
Mengapa Cadangan Devisa Indonesia Turun?
Cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026 tercatat USD145,3 miliar, turun dari USD145,6 miliar pada Juni 2026 berdasarkan data yang digunakan dalam laporan ini.
Penurunan tersebut terutama dikaitkan dengan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah gejolak pasar keuangan global.
Meski turun, posisi cadangan devisa tetap mendapatkan dukungan dari penerimaan pajak, pendapatan jasa, serta penerbitan obligasi pemerintah.
Berapa Kurs USD dan Mata Uang Asing?
Data kurs berikut merupakan data yang diberikan untuk periode awal Agustus 2026 dan bukan kutipan real-time.
Mata Uang Bank Buy Bank Sell