bacakoran.co

Kasus Challenge Hafalan Al Quran Berhadiah Miras Memanas, Polisi Buru Kemungkinan Pelaku Lain

Polisi tahan dua orang berinisial R dan E terkait challenge hafalan Al Quran berhadiah miras di Ancol. --Twitter

BACAKORAN.CO – Polisi akhirnya mengungkap identitas dua orang yang diamankan terkait kasus challenge hafalan Al Quran berhadiah minuman keras (miras) yang terjadi di booth Newport saat konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Keduanya diketahui berinisial R, seorang perempuan, dan E, seorang laki-laki, yang kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestro Jakarta Utara.

Kasus ini bermula dari video viral yang memperlihatkan seorang pengunjung melantunkan hafalan Surat Ad-Dhuha di sebuah booth minuman beralkohol saat festival musik The Sounds Project berlangsung, Minggu (9/8/2026) malam.

Dalam video tersebut, pengunjung yang berhasil menyelesaikan hafalannya disebut mendapatkan imbalan berupa sebotol minuman keras dari pihak booth.

BACA JUGA:JNE dan Grasindo Luncurkan Komik Pengantar Kebahagiaan, Kisah Kurir di Balik Setiap Paket

Video itu langsung menyulut kemarahan publik lantaran dianggap merendahkan nilai-nilai keagamaan dengan mengaitkan kitab suci Al Quran dengan promosi produk minuman beralkohol.

Dua Terduga Pelaku Diamankan

Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito mengonfirmasi bahwa penyidik telah mengamankan dua orang yang terekam dalam video kejadian tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian belum bersedia mengungkap secara rinci peran R dan E dalam insiden tersebut karena proses pendalaman masih berlangsung.

BACA JUGA:Kerusuhan Pecah di Lampung Tengah, Massa Bakar Mess dan Gudang PT BSA

Polisi juga tidak menutup kemungkinan penyelidikan akan meluas ke pihak-pihak lain yang turut terlibat dalam penyelenggaraan challenge kontroversial tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan untuk merembet ke pihak lain," ujar Kombes Oki Waskito.

Ia menambahkan bahwa saat ini penyidik masih fokus melakukan pendalaman terhadap dua orang yang telah diamankan, sembari terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan dari berbagai pihak terkait, termasuk penyelenggara acara dan pemilik brand minuman.

Kasus ini sebelumnya juga telah dilaporkan secara resmi ke Polda Metro Jaya oleh tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor, dengan dugaan tindak pidana penistaan agama sebagai dasar laporan.

Sejumlah pihak yang disebut dalam laporan tersebut turut mencakup unsur event organizer maupun pembawa acara di lokasi kejadian.

Kasus Challenge Hafalan Al Quran Berhadiah Miras Memanas, Polisi Buru Kemungkinan Pelaku Lain

Jo

Tri


bacakoran.co – polisi akhirnya mengungkap yang diamankan terkait kasus challenge hafalan al quran berhadiah minuman keras (miras) yang terjadi di booth newport saat konser musik the sounds project di ancol, jakarta utara.

keduanya diketahui berinisial r, seorang perempuan, dan e, seorang laki-laki, yang kini menjalani intensif di mapolrestro jakarta utara.

kasus ini bermula dari video viral yang memperlihatkan seorang pengunjung melantunkan hafalan surat ad-dhuha di sebuah booth minuman beralkohol saat festival musik the sounds project berlangsung, minggu (9/8/2026) malam.

dalam video tersebut, pengunjung yang berhasil menyelesaikan hafalannya disebut mendapatkan imbalan berupa sebotol minuman keras dari pihak booth.

video itu langsung menyulut kemarahan publik lantaran dianggap merendahkan nilai-nilai keagamaan dengan mengaitkan kitab suci al quran dengan promosi produk minuman beralkohol.

dua terduga pelaku diamankan

plh kapolres metro jakarta utara kombes oki waskito mengonfirmasi bahwa penyidik telah mengamankan dua orang yang terekam dalam video kejadian tersebut.

meski demikian, pihak kepolisian belum bersedia mengungkap secara rinci peran r dan e dalam insiden tersebut karena proses pendalaman masih berlangsung.

polisi juga tidak menutup kemungkinan penyelidikan akan meluas ke pihak-pihak lain yang turut terlibat dalam penyelenggaraan challenge kontroversial tersebut.

"tidak menutup kemungkinan untuk merembet ke pihak lain," ujar kombes oki waskito.

ia menambahkan bahwa saat ini penyidik masih fokus melakukan pendalaman terhadap dua orang yang telah diamankan, sembari terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan dari berbagai pihak terkait, termasuk penyelenggara acara dan pemilik brand minuman.

kasus ini sebelumnya juga telah dilaporkan secara resmi ke polda metro jaya oleh tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor, dengan dugaan tindak pidana penistaan agama sebagai dasar laporan.

sejumlah pihak yang disebut dalam laporan tersebut turut mencakup unsur event organizer maupun pembawa acara di lokasi kejadian.

newport sampaikan permintaan maaf

di tengah gelombang kecaman publik, direktur newport, handoko sasongko, angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf resmi atas insiden yang terjadi di booth mereka.

handoko menegaskan bahwa challenge hafalan al quran berhadiah miras tersebut sama sekali bukan program, konsep promosi, maupun arahan resmi yang direncanakan oleh pihak newport.

"aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh newport," demikian keterangan tertulis dari pihak newport.

menurut penjelasan tersebut, aktivitas kontroversial itu disebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi acara, tanpa sepengetahuan maupun instruksi dari manajemen brand.

newport menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian yang dinilai telah melukai perasaan banyak pihak, khususnya umat muslim.

pihak newport turut menegaskan komitmennya untuk menghormati nilai-nilai agama dan sensitivitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat indonesia.

“newport menghormati nilai-nilai agama serta sensitivitas yang hidup di tengah masyarakat indonesia. penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut menjadi hal yang penting dalam setiap kegiatan dan interaksi newport dengan masyarakat,” imbuh keterangan tersebut.

kasus dilimpahkan ke polda metro jaya

seiring berjalannya penyelidikan, penanganan kasus ini kemudian dilimpahkan dari polres metro jakarta utara ke polda metro jaya untuk pendalaman lebih lanjut.

perkara ini kini ditangani oleh subdit keamanan negara ditreskrimum polda metro jaya, mengingat dugaan pelanggaran yang disangkakan berkaitan dengan tindak pidana penistaan agama sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum pidana yang berlaku.

polisi menyatakan proses penyelidikan masih terus berjalan, termasuk pemeriksaan terhadap pihak penyelenggara the sounds project dan pihak brand minuman untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Tag
Share