bacakoran.co

Prabowo Warning Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri, Motor Listrik Hemat hingga 70%

Ramai Tanggapi Pernyataan Prabowo soal Motor Bensin --twitter

Upaya DP 0 persen.

Skema tukar tambah: masyarakat yang sudah memiliki motor bensin dapat menyetor unit lama dan mendapatkan motor listrik baru dengan tambahan biaya yang relatif ringan.

BACA JUGA:Viral Video Mediasi Berubah Intimidasi: Senator DPD Bali Bawa-bawa Tempat Kerja Karyawati, Publik Geram

Dukungan ekosistem, termasuk produksi dalam negeri yang melibatkan perusahaan seperti ALVA.

Prabowo menekankan bahwa motor listrik bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk kemandirian energi. “Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik… kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera,” ucapnya.

Reaksi Publik dan Netizen X

Sebagian mendukung sebagai dorongan tegas menuju energi bersih, sementara yang lain menilai nada pernyataan kurang empati terhadap kondisi infrastruktur dan ekonomi rakyat di daerah.

“Kalau mau rakyat beralih dari motor bensin, jangan cuma suruh rasain sendiri. Kasih alternatif yang benar-benar murah, aman, mudah didapat, dan infrastrukturnya siap,” tulis @RohtaAnjulian.  

BACA JUGA:Waspada! Ombak Besar hingga 4 Meter Landa Pesisir Selatan Gunungkidul dan Jateng, Ini Penjelasannya

Akun lain menyoroti kesenjangan antara pernyataan dan realitas lapangan.

“Memang @prabowo kalau bicara tidak sesuai fakta lapangan Mendorong motor listrik sedangkan industri dalam negeri pekerja banyak di sektor motor bensin,” komentar @hndyftq mengutip postingan terkait.

Prabowo Warning Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri, Motor Listrik Hemat hingga 70%

Jo

Tri


bacakoran.co - presiden subianto membuat pernyataan yang langsung viral di media sosial, khususnya x, saat meresmikan motor listrik nasional (molinas) beserta ekosistemnya di fasilitas produksi pt ilectra motor group (alva), cikarang, jawa barat, kamis, 13 agustus 2026.

dalam pidatonya, kepala negara menegaskan bahwa penggunaan motor listrik dapat pengeluaran masyarakat minimal 50 persen hingga 70 persen dibandingkan motor berbahan bakar bensin.

“jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin, ya rasain sendiri,” ujar prabowo subianto.

pernyataan ini memicu gelombang reaksi, termasuk postingan akun @kenhans03 yang menulis “udah dibilangin…ngk usah dikasih mic,” disertai video cuplikan pidato tersebut.

prabowo menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan bbm yang setiap tahun membebani anggaran negara ratusan triliun rupiah.

ia juga menyinggung tren global, termasuk kebijakan di beijing yang membatasi motor bensin, serta potensi carbon tax di masa depan.

selain warning tersebut, presiden menawarkan sejumlah insentif konkret. pemerintah akan mengupayakan penurunan bunga cicilan dan penghapusan uang muka (dp) untuk pembelian motor listrik nasional.

“kita akan turunkan bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. kemudian kita usahakan tidak pakai dp,” kata prabowo.

ia bahkan berkelakar bahwa menteri keuangan mungkin tidak terlalu suka dengan skema ini, namun di ujungnya akan menguntungkan.

sebagaimana dikutip dari akun x @kenhans03 pada tanggal 13 agustus 2026 pukul sekitar 14.15 wib, video pidato tersebut diunggah dengan caption kritis yang langsung menarik ribuan likes, repost, dan komentar.

apa saja yang ditawarkan dalam skema motor listrik nasional?

pemerintah tidak hanya menghimbau, tetapi menyiapkan beberapa jalur kemudahan:

penurunan bunga cicilan khusus motor listrik nasional.

upaya dp 0 persen.

skema tukar tambah: masyarakat yang sudah memiliki motor bensin dapat menyetor unit lama dan mendapatkan motor listrik baru dengan tambahan biaya yang relatif ringan.

dukungan ekosistem, termasuk produksi dalam negeri yang melibatkan perusahaan seperti alva.

prabowo menekankan bahwa motor listrik bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk kemandirian energi. “dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik… kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera,” ucapnya.

reaksi publik dan netizen x

sebagian mendukung sebagai dorongan tegas menuju energi bersih, sementara yang lain menilai nada pernyataan kurang empati terhadap kondisi infrastruktur dan ekonomi rakyat di daerah.

“kalau mau rakyat beralih dari motor bensin, jangan cuma suruh rasain sendiri. kasih alternatif yang benar-benar murah, aman, mudah didapat, dan infrastrukturnya siap,” tulis @rohtaanjulian.  

akun lain menyoroti kesenjangan antara pernyataan dan realitas lapangan.

“memang @prabowo kalau bicara tidak sesuai fakta lapangan mendorong motor listrik sedangkan industri dalam negeri pekerja banyak di sektor motor bensin,” komentar @hndyftq mengutip postingan terkait.

Tag
Share