Kekecewaan Rakyat Aceh Tak Terbendung: Pemulihan Pascabencana hingga Bendera Bulan Bintang di Masjid Raya
Video kericuhan di peringatan Hari Damai Aceh 15 Agustus 2026 viral--Twitter
BACAKORAN.CO - Video yang menampilkan kericuhan di peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Agustus 2026, mendadak viral di media sosial X.
Akun komedian dan sutradara @MuhadklyAcho membagikan cuplikan dengan caption “Amarah kekecewaan rakyat aceh sepertinya sudah tak terbendung lagi.”
Dalam video terlihat massa mengibarkan bendera Bulan Bintang, mendorong polisi, merobek spanduk, dan menciptakan suasana ricuh di halaman masjid bersejarah.
Peristiwa ini terjadi tepat di hari yang seharusnya merayakan 21 tahun perdamaian pasca-MoU Helsinki 2005.
BACA JUGA:Viral Video Dekorasi Bioskop di Kantor Seskab, Publik Pertanyakan Faedahnya Apa?
Alih-alih damai aksi tersebut mencerminkan akumulasi kekecewaan terhadap penanganan bencana ekologis yang melanda Aceh dan Sumatra pada akhir November 2025, serta sejumlah janji otonomi khusus yang dinilai belum sepenuhnya terpenuhi.
Publik luas mempertanyakan mengapa semangat perdamaian justru berujung konflik.
Bencana banjir bandang dan longsor akhir 2025 menelan ratusan korban jiwa di Aceh, merusak puluhan ribu rumah, sawah dan infrastruktur.
Hampir sembilan bulan kemudian, banyak warga masih tinggal di hunian sementara, menghadapi lumpur, akses jalan terbatas, dan ketidakpastian relokasi.
BACA JUGA:Peringatan Dini BMKG 16 Agustus 2026: Daftar 13 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Situasi ini diperparah persepsi bahwa pemerintah pusat dan daerah lebih fokus pada program lain ketimbang percepatan pemulihan total.
Sebagaimana dikutip dari akun X @MuhadklyAcho pada tanggal 15 Agustus 2026, video tersebut menyoroti bentrokan dan pengibaran bendera Bulan Bintang saat peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh.
Kronologi Kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman
Peringatan Hari Damai Aceh digelar di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.
Acara resmi berlangsung di lokasi terpisah, sementara di halaman masjid massa berkumpul.