Kabut Asap Selimuti Kota Sampit: Karhutla Lahan Gambut Ancam Kesehatan Warga Kotim
Pray for Sampit Api Membara di Lahan Gambut Kotawaringin Timur--Ist
BACAKORAN.CO – Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali dikepung asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lahan gambut.
Kobaran api yang sulit dipadamkan karena karakteristik gambut membuat kualitas udara menurun drastis, jarak pandang terganggu, dan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat, terutama bagi anak-anak serta kelompok rentan.
Seperti yang dibagikan di media sosial X @indepenSumatera pada tanggal 17 Agustus 2026, video lapangan menampilkan api membara di malam hari, petugas berjibaku, dan asap tebal menyelimuti permukiman dengan tagar “Pray for Sampit”.
Fenomena ini bukan sekadar kejadian tahunan.
Lahan gambut yang mengering di musim kemarau menjadi bom waktu.
BACA JUGA:Pemprov DKI Jakarta Imbau WFH 18 Agustus 2026 untuk Rayakan HUT RI ke-81, Ini Aturan Lengkapnya
Sekali titik api muncul api bisa menjalar di bawah permukaan tanah tanpa terdeteksi, mempersulit upaya pemadaman.
Tim satgas gabungan dari BPBD Kotim, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, dan relawan lokal terus berjuang di lapangan dengan sumber air yang terbatas.
Kondisi Terkini di Lapangan: Asap Pekat dan Titik Api yang Marak
Sejak awal Agustus 2026, sejumlah titik kebakaran muncul di berbagai lokasi di sekitar Sampit, termasuk Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tjilik Riwut, Jalan MT Haryono, dan kawasan Baamang.
Data BPBD Kotim mencatat luas lahan terbakar mencapai ratusan hektare dalam beberapa pekan, dengan sebagian besar berada di area gambut.
Pada beberapa hari petugas menangani lebih dari delapan hingga belasan titik sekaligus.
Pemadaman sering berlangsung hingga malam hari dan belum tuntas karena api masih menyala di bagian tengah lahan.
Sebagaimana dikutip dari akun X @indepenSumatera pada tanggal 17 Agustus 2026, video yang viral menunjukkan siluet petugas di tengah kobaran api oranye, asap tebal membumbung di atas rumah warga, serta kondisi malam yang diliputi kabut.