bacakoran.co

Pusat Data AI Eropa Bergeser ke Pinggiran Kota: 2026 Listrik Jadi Penentu Lokasi

Pusat data AI di Eropa mulai bergeser menjauh dari perkotaan untuk mendapatkan pasokan listrik, lahan, dan infrastruktur yang lebih memadai.-Foto:ist-

Dengan kata lain, Eropa sedang menuju peta pusat data yang lebih tersebar, bukan sekadar memindahkan seluruh pusat data dari kota ke pedesaan.

Kebutuhan AI Membuat Tekanan terhadap Listrik Meningkat

Pertumbuhan AI menjadi salah satu alasan utama perubahan tersebut.

Data centre Eropa diperkirakan mendapat tambahan kapasitas lebih dari 750 MW sepanjang 2026, menurut proyeksi CBRE.

Namun, peningkatan pasokan tersebut tetap menghadapi keterbatasan jaringan listrik dan tingginya permintaan dari hyperscaler serta beban kerja berbasis AI.

CBRE juga memperkirakan sebagian besar proyek pusat data baru akan berada di luar 15 pasar metropolitan terbesar Eropa.

Salah satu alasannya adalah kapasitas listrik yang tersedia lebih mudah ditemukan di luar batas kota.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masa depan pembangunan pusat data tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan internet, tetapi juga oleh geografi energi.

Ada Manfaat Ekonomi, tetapi Juga Risiko Lingkungan

Pembangunan pusat data di wilayah nonperkotaan berpotensi membawa manfaat ekonomi.

Daerah yang sebelumnya kurang mendapat investasi teknologi dapat memperoleh pembangunan infrastruktur, lapangan kerja, serta aktivitas ekonomi baru.

Pemerintah daerah juga berpeluang mendapatkan penerimaan dari aktivitas bisnis yang muncul di sekitar proyek.

Namun, ekspansi pusat data AI tidak bebas dari risiko.

Pusat data membutuhkan listrik dalam jumlah besar dan sistem pendingin yang dapat membutuhkan sumber daya air.

Karena itu, pemilihan lokasi harus mempertimbangkan kondisi jaringan listrik, ketersediaan air, dampak lingkungan, serta kebutuhan masyarakat setempat.

Pusat Data AI Eropa Bergeser ke Pinggiran Kota: 2026 Listrik Jadi Penentu Lokasi

isya

djarwo


bacakoran.co – pusat data yang menopang perkembangan (ai) di eropa mulai dibangun semakin jauh dari pusat-pusat perkotaan.

perubahan ini terutama terjadi pada proyek baru yang membutuhkan lahan luas, pasokan listrik besar, serta infrastruktur jaringan yang mampu mendukung operasi ai.

jadi, apakah pusat data ai di eropa benar-benar dipindahkan dari kota? tidak sepenuhnya.

tren yang terjadi saat ini lebih banyak berupa pergeseran lokasi pembangunan pusat data baru dari kawasan metropolitan menuju wilayah pinggiran, kota sekunder, kawasan rural, hingga daerah yang memiliki pasokan energi lebih melimpah.

menurut laporan reuters pada 19 agustus 2026, pusat data hyperscale baru di eropa yang dibangun pada periode 2026-2028 diperkirakan rata-rata berjarak sekitar 175 kilometer dari pusat perkotaan.

angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan rata-rata sekitar 46 kilometer pada periode 2022-2025.

mengapa pusat data ai dibangun jauh dari kota? ada satu faktor yang semakin menentukan lokasi pusat data ai: ketersediaan listrik.

ai generatif dan layanan ai berskala besar membutuhkan infrastruktur komputasi dengan jumlah server dan akselerator yang sangat besar.

kondisi tersebut membuat kebutuhan listrik pusat data meningkat drastis.

di kawasan seperti london, frankfurt, dan amsterdam, pengembang menghadapi keterbatasan lahan, kapasitas jaringan listrik, proses perizinan, serta persaingan penggunaan infrastruktur.

karena itu, wilayah di luar pusat kota menjadi semakin menarik.

laporan european data centre association 2026 bahkan menyebut ketersediaan daya telah mengalahkan konektivitas sebagai salah satu faktor utama dalam pemilihan lokasi proyek baru.

artinya, pengembang tidak lagi hanya bertanya, “seberapa dekat lokasi ini dengan kota?”npertanyaan yang semakin penting adalah, “apakah lokasi ini memiliki listrik yang cukup untuk menjalankan pusat data ai dalam jangka panjang?” lahan lebih luas dan biaya infrastruktur jadi pertimbangan.

pusat data ai membutuhkan bangunan berukuran besar beserta gardu listrik, sistem pendingin, jaringan transmisi, serta infrastruktur pendukung lainnya.

harga lahan di kawasan metropolitan juga menjadi persoalan. reuters mencatat biaya lahan yang sudah memiliki akses listrik dapat berbeda sangat jauh antarwilayah eropa.

kondisi tersebut membuat kawasan di luar pusat kota lebih menarik secara ekonomi.

oxford economics juga mencatat bahwa perkembangan pusat data eropa mulai bergerak menuju lokasi yang lebih terpencil.

akses terhadap energi terbarukan, biaya tanah yang lebih rendah, serta kemajuan teknologi jaringan membuat lokasi yang sebelumnya dianggap terlalu jauh kini lebih memungkinkan untuk digunakan.

wilayah pedesaan mulai menjadi pilihan

perubahan geografis ini membuat wilayah yang sebelumnya bukan pusat teknologi kini berpeluang mendapatkan investasi pusat data.

kawasan nordik menjadi salah satu contoh karena memiliki akses terhadap energi dengan biaya relatif kompetitif dan sumber energi terbarukan.

sementara itu, spanyol, italia, dan portugal juga semakin diperhatikan sebagai bagian dari pertumbuhan pasar pusat data eropa.

namun, bukan berarti seluruh aktivitas ai akan meninggalkan kota.

pusat data yang melayani kebutuhan inferensi ai, layanan cloud, dan aplikasi yang membutuhkan latensi rendah tetap memiliki alasan untuk berada dekat dengan pengguna dan pusat metropolitan.

sebaliknya, pekerjaan komputasi ai yang sangat besar seperti pelatihan model dapat lebih mudah ditempatkan di wilayah yang memiliki listrik melimpah.

dengan kata lain, eropa sedang menuju peta pusat data yang lebih tersebar, bukan sekadar memindahkan seluruh pusat data dari kota ke pedesaan.

kebutuhan ai membuat tekanan terhadap listrik meningkat

pertumbuhan ai menjadi salah satu alasan utama perubahan tersebut.

data centre eropa diperkirakan mendapat tambahan kapasitas lebih dari 750 mw sepanjang 2026, menurut proyeksi cbre.

namun, peningkatan pasokan tersebut tetap menghadapi keterbatasan jaringan listrik dan tingginya permintaan dari hyperscaler serta beban kerja berbasis ai.

cbre juga memperkirakan sebagian besar proyek pusat data baru akan berada di luar 15 pasar metropolitan terbesar eropa.

salah satu alasannya adalah kapasitas listrik yang tersedia lebih mudah ditemukan di luar batas kota.

kondisi tersebut menunjukkan bahwa masa depan pembangunan pusat data tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan internet, tetapi juga oleh geografi energi.

ada manfaat ekonomi, tetapi juga risiko lingkungan

pembangunan pusat data di wilayah nonperkotaan berpotensi membawa manfaat ekonomi.

daerah yang sebelumnya kurang mendapat investasi teknologi dapat memperoleh pembangunan infrastruktur, lapangan kerja, serta aktivitas ekonomi baru.

pemerintah daerah juga berpeluang mendapatkan penerimaan dari aktivitas bisnis yang muncul di sekitar proyek.

namun, ekspansi pusat data ai tidak bebas dari risiko.

pusat data membutuhkan listrik dalam jumlah besar dan sistem pendingin yang dapat membutuhkan sumber daya air.

karena itu, pemilihan lokasi harus mempertimbangkan kondisi jaringan listrik, ketersediaan air, dampak lingkungan, serta kebutuhan masyarakat setempat.

uni eropa sendiri telah menyoroti peluang untuk memanfaatkan panas buangan dari pusat data.

penelitian yang didukung komisi eropa menunjukkan panas tersebut berpotensi digunakan untuk proses seperti pemurnian air dan penangkapan karbon sehingga limbah panas tidak selalu berakhir sebagai energi yang terbuang.

perkembangan pusat data eropa pada 2026 menunjukkan adanya pembagian fungsi berdasarkan kebutuhan.

pusat data untuk komputasi ai berskala besar cenderung mencari wilayah dengan listrik dan lahan yang tersedia.

sementara pusat data yang membutuhkan koneksi cepat dengan pengguna tetap memiliki alasan untuk berada di dekat kawasan metropolitan.

karena itu, perubahan yang terjadi lebih tepat disebut sebagai desentralisasi infrastruktur data center.

eropa tidak sedang meninggalkan kota sebagai pusat teknologi.

sebaliknya, jaringan pusat data mulai berkembang menjadi lebih luas dan tersebar karena kebutuhan ai tidak lagi dapat dipenuhi hanya dengan mengandalkan lokasi tradisional seperti london, frankfurt, amsterdam, paris, dan dublin.

Tag
Share