bacakoran.co

Once Mekel Bawa Semangat Literasi ke Perpustakaan Sumsel

Anggota Komisi X DPR RI Kunjungan Kerja ke Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (20/8) (foto: doni bae)--

BACA JUGA:Pelatih Bali United Puji Anak John Herdman, Begini Katanya

BACA JUGA:Timnas Voli Putri Indonesia Bertekad Tembus 6 Besar AVC Continental 2026

Kehadiran Once Mekel dan sejumlah figur publik di tengah agenda tersebut menjadi warna tersendiri. Dari panggung musik dan hiburan, mereka kini ikut membawa isu budaya baca ke ruang politik dan kebijakan.

Sebab, membangun Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan mencetak generasi yang terampil. Bangsa yang ingin maju juga membutuhkan masyarakat yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, dan menjadikan pengetahuan sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.

Di perpustakaan yang biasanya sunyi itu, Once Mekel datang bukan membawa lagu. Ia datang membawa satu pesan: masa depan Indonesia juga ditentukan oleh seberapa kuat budaya bacanya.

Once Mekel Bawa Semangat Literasi ke Perpustakaan Sumsel

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co - suasana (sumsel), kamis pagi 20 agutus 2026, sedikit berbeda dari biasanya.

sejak pagi hari sekira pukul 08.00 wib, sejumlah pegawai perustakaan yang berada di no.47, lorok pakjo, kecamatan ilir barat i, kota palembang, sumatera selatan itu sudah terlihat rapi, lebih rapi dari biasanya.

suasana perpustakaan yang biasanya tenang, adem, ayem dan sejuk itu tiba-tiba sedikit "heboh". disudut-sudut beberapa ruangan baca terdengar suara perbincangan tentang sejumlah 'artis ibu' kota yang pagi itu dijadwalkan akan datang ke perpustakaan provinsi sumsel.

"katanya yang mau datang itu ahmad dani, once, melly goslow, denny cagur,"celetuk seorang pegawai.



ya, nama-nama artis ibu kota itu sejak beberapa hari terakhir memang di sebut akan berkunjung ke perpustakaan provinsi sumsel. 

namun mereka datang bukan untuk 'manggung'melainkan datang sebagai wakil rakyat dalam rangka kunjungan kerja, untuk mendengar dan menyerap aspirasi. nama-nama artis tersebut tergabung dalam anggota .

sekitar pukul 09.00 wib, rombongan tiba di perpustakaan yang berada di jalan demang lebar daun no. 47, lorok pakjo, kecamatan ilir barat i, palembang. 

namun anggota komisi x dpr ri yang hadir hanya empat orang. mereka yaitu wakil ketua komisi x dpr ri h lalu hadrian irfani st (pkb). kemudian  ferdiansyah dari fraksi partai golkar, once mekel dari fraksi pdi perjuangan, serta drs sabam sinaga dan dr drh hj dewi coryati msi dari fraksi pan.



kedatangan mereka disambut kepala dinas perpustakaan provinsi sumsel fitriana ssos msi beserta jajaran. perwakilan dinas pendidikan dan brinda sumsel juga hadir dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat perpustakaan tersebut.

suasana pertemuan mencair ketika lalu hadrian memperkenalkan once mekel kepada peserta pertemuan. “nanti fotonya jangan lama-lama ya, bu. kita mau pulang cepat soalnya,” selorohnya.

di balik suasana santai tersebut, agenda komisi x cukup serius. mereka datang untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung kondisi literasi di sumsel.

lalu hadrian mengatakan kunjungan tersebut bertujuan menggali masukan mengenai kondisi literasi daerah. termasuk potensi dan peran perpustakaan daerah dalam memperkuat budaya baca masyarakat. hal itu dinilai penting untuk menyiapkan sumber daya manusia menuju indonesia emas 2045.



“pembangunan sumber daya manusia yang unggul menjadi prasyarat mutlak. salah satu pilar utama pembangunan sdm tersebut adalah menguatkan budaya baca serta peningkatan kecakapan literasi masyarakat,” kata lalu.

dia menyoroti tantangan literasi indonesia yang masih cukup berat. berdasarkan hasil programme for international student assessment (pisa) 2022, skor membaca siswa indonesia berada di angka 359 poin.

angka tersebut jauh di bawah rata-rata negara oecd yang mencapai 476 poin.

menurut lalu, literasi membaca tidak sekadar kemampuan mengeja atau memahami tulisan. literasi mencakup kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan, serta berinteraksi dengan teks untuk mencapai tujuan dan mengembangkan pengetahuan.


dalam pertemuan itu, lalu juga mengapresiasi paparan fitriana mengenai akses dan layanan perpustakaan provinsi sumsel.

dia menyebut layanan perpustakaan di sumsel telah berupaya menjangkau masyarakat secara merata. tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menyentuh wilayah kabupaten, kota hingga desa.

“apalagi tadi kita dengar ada bunda literasi yang sampai kabupaten-kota hingga ke desa. itu dahsyat,” ujarnya.

kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan menyerap berbagai masukan dari pemangku kepentingan literasi. mulai dinas pendidikan sumsel, organisasi penerbit, pengelola perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, hingga organisasi pustakawan.



kehadiran once mekel dan sejumlah figur publik di tengah agenda tersebut menjadi warna tersendiri. dari panggung musik dan hiburan, mereka kini ikut membawa isu budaya baca ke ruang politik dan kebijakan.

sebab, membangun indonesia emas 2045 tidak cukup hanya dengan mencetak generasi yang terampil. bangsa yang ingin maju juga membutuhkan masyarakat yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, dan menjadikan pengetahuan sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.

di perpustakaan yang biasanya sunyi itu, once mekel datang bukan membawa lagu. ia datang membawa satu pesan: masa depan indonesia juga ditentukan oleh seberapa kuat budaya bacanya.

Tag
Share