bacakoran.co - sebuah video yang dibagikan akun x @rebukanrain pada 22 agustus 2026 menyoroti pernyataan artis aurelie moerem yang menolak tawaran masuk dunia politik karena merasa seperti boneka dan malu jika menerima jabatan tanpa kapasitas memadai.
dalam postingan tersebut, @rebukanrain mengkritik banyaknya anggota dpr dari yang bahkan tidak kuliah namun bisa langsung memperoleh gelar s2.
pada 22 agustus 2026, akun x @rebukanrain membagikan video aurelie moerem yang berbicara terbuka tentang pengalaman pribadinya menerima tawaran politik.
dalam video berdurasi lebih dari dua menit tersebut, aurelie menyampaikan rasa syukur sekaligus kekhawatiran.
“aku kayak boneka,” ujar aurelie moerem dalam video tersebut saat menggambarkan perasaan jika menerima tawaran tanpa memiliki kapasitas yang cukup.
ia menekankan bahwa dari pengalamannya, banyak penawaran serupa yang datang kepada artis, namun ia memilih menolak karena malu jika kelak tidak mampu menjalankan amanah.
“malu kalau misalnya nanti kita bikin dari pengalaman aku,” tambahnya.
sebagaimana dikutip dari akun x @rebukanrain pada tanggal 22 agustus 2026, postingan tersebut dilengkapi komentar tajam.
“pantesan anggota dpr banyak dari kalangan artis. paling kaget, nggak kuliah tapi bisa langsung s2. kalau caranya seperti ini, bisa hancur negara kita kalau diurus oleh orang yang tak punya kapasitas memadai. keren kamu, kak aurelia ini baru artis berprinsip. selain cantik, pemikirannya juga bagus. fix bubarkan aja dpr, kalau misinya cuma kepentingan pribadi dan politik," tulisnya.
video ini mengutip postingan lama @rebukanrain tanggal 8 agustus 2026 tentang peran raffi ahmad sebagai messenger di circle pejabat, bahkan pernah membawa pesan agar pejabat mundur.
investigasi semacam ini disebut “bocor alus” di level tinggi membuat banyak netizen deg-degan.
data publik menunjukkan bahwa periode 2024-2029, sejumlah artis dan tokoh hiburan duduk di dpr ri.
beberapa di antaranya memiliki latar belakang pendidikan yang minim atau tidak mencantumkan riwayat secara lengkap.
syarat formal pendidikan anggota dpr memang hanya setingkat sma atau sederajat, sebagaimana diatur dalam uu pemilu.
mahkamah konstitusi pernah menolak gugatan yang meminta minimal s2.
namun, realitas di lapangan memicu perdebatan.
ada anggota yang disebut memperoleh gelar s2 tanpa melalui jalur kuliah formal yang transparan.
“makanya jika mau pilih orang itu hati-hati jangan asal coblos karena ketenaran atau karena banyak omong,” tulis @darbento88 dalam balasan di thread @rebukanrain.
netizen lain menambahkan, “ayo, audit semua ijazah yang ada di lembaga pemerintah,” tulis @bah_rangga.
sementara @me010305is berkomentar, “waaaah ternyata… mbaknya good banget.”
peran raffi ahmad dan lingkaran pejabat
postingan @rebukanrain juga mengaitkan isu ini dengan raffi ahmad.
pada agustus 2026, beredar narasi bahwa raffi berperan sebagai messenger yang menyampaikan pesan antar pejabat, termasuk permintaan agar pejabat tertentu mundur.
meskipun raffi sendiri pernah menyatakan bahwa pengunduran diri dari jabatan utusan khusus presiden sepenuhnya bergantung pada presiden, peran selebriti di lingkaran kekuasaan tetap menjadi sorotan.
pengalaman aurelie moerem justru menjadi kontras.
ia memilih prinsip ketimbang popularitas politik.
“keren kamu, kak aurelia ini baru artis berprinsip,” tulis @rebukanrain.
pernyataan aurelie moerem yang viral lewat postingan @rebukanrain bukan sekadar konten hiburan.
ia menjadi cerminan kegelisahan publik terhadap kualitas perwakilan rakyat.