bacakoran.co - menjaga bukan hanya soal memilih makanan bergizi, tetapi juga memperhatikan minuman yang dikonsumsi setiap hari.
es teh manis, kopi dengan tambahan gula, minuman bersoda, hingga energy drink termasuk beberapa jenis minuman yang sebaiknya dibatasi karena dapat mengandung gula, kalori, atau dalam jumlah tinggi.
kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori harian tanpa disadari.
karena itu, membatasi minuman tertentu menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga pola makan tetap seimbang.
1.es teh manis
es teh manis menjadi minuman yang mudah ditemukan dan sering dikonsumsi saat makan.
namun, tambahan gula dalam jumlah banyak membuat minuman ini memiliki kandungan gula dan kalori yang cukup tinggi.
menurut spesialis gizi klinik stephani johnson, satu porsi es teh manis berukuran 12 ons dapat mengandung sekitar 27–35 gram gula tambahan.
sebagai alternatif, teh hijau atau teh hitam tanpa gula bisa menjadi pilihan yang lebih rendah gula.
2.kopi manis
kopi sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola konsumsi yang sehat, tetapi tambahan gula, sirup, dan krimer manis dapat mengubah kandungan kalorinya.
kopi dengan berbagai tambahan tersebut bahkan bisa mengandung sekitar 12–60 gram gula.
untuk mengurangi asupan gula, kopi dapat diminum tanpa pemanis atau menggunakan susu tanpa tambahan gula.
jika tetap membutuhkan rasa manis, pemanis rendah atau tanpa kalori bisa digunakan dalam jumlah sewajarnya.
3.jus buah
jus buah sering dianggap sebagai minuman sehat karena berasal dari buah.
namun, tidak semua jus memiliki kandungan yang sama, terutama produk yang menggunakan sirup atau gula tambahan.
bahkan jus buah 100 persen tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah sedang.
satu cangkir jus berukuran sekitar delapan ons dapat mengandung hingga 37 gram gula.
mengonsumsi buah secara langsung menjadi pilihan yang lebih baik karena buah utuh mengandung serat.
saat buah diolah menjadi jus, sebagian komponen penting tersebut dapat hilang, terutama jika ampasnya tidak ikut dikonsumsi.
4.soda berperisa
minuman bersoda berperisa menjadi salah satu sumber gula tambahan yang perlu diperhatikan.
dalam ukuran besar, kandungan gula minuman jenis ini dapat mencapai 100–160 gram.
tingginya kandungan gula membuat konsumsi soda secara rutin kurang ideal untuk kesehatan. beberapa produk juga menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi sebagai pemanis yang perlu diperhatikan jika dikonsumsi terlalu sering.
5.energy drink
energy drink atau minuman energi biasanya mengandung kombinasi gula dan kafein dalam jumlah cukup tinggi.
beberapa produk dapat mengandung 30–40 gram atau lebih gula serta kafein hingga sekitar 300 mg per sajian.
menurut informasi yang dikutip webmd, konsumsi kafein berlebihan dapat berkaitan dengan keluhan seperti gangguan tidur, kecemasan, masalah pencernaan, hingga gangguan irama jantung pada kondisi tertentu.
karena itu, minuman energi sebaiknya tidak dijadikan minuman harian tanpa memperhatikan total asupan kafein.
6.smoothie siap saji
smoothie memang bisa menjadi cara praktis untuk mengonsumsi buah dan bahan bernutrisi lainnya.
namun, produk siap minum dapat memiliki kandungan gula dan kalori tinggi tergantung bahan yang digunakan.
satu botol smoothie tertentu dapat mengandung sekitar 300 kalori dan 40 gram gula. karena itu, penting membaca label nutrisi sebelum membeli, terutama jika smoothie mengandung tambahan pemanis.
7.minuman protein siap saji
minuman protein siap saji dapat membantu memenuhi kebutuhan protein ketika sedang bepergian atau tidak sempat menyiapkan makanan.
namun, kandungan gula dalam produk ini sangat bervariasi, mulai dari 0 hingga sekitar 30 gram per sajian.
beberapa produk tanpa gula juga menggunakan pemanis lain. membuat minuman protein sendiri menggunakan bubuk protein, buah, dan sayuran dapat menjadi pilihan karena bahan serta jumlah pemanis lebih mudah dikontrol.
cara mengurangi minuman manis
mengurangi gula tidak harus dilakukan secara mendadak. spesialis gizi klinik dr yohannessa wulandari, mgizi, spgk, menyarankan pengurangan konsumsi secara bertahap, terutama bagi orang yang sudah terbiasa mengonsumsi minuman manis setiap hari.
langkah pertama adalah mengenali pola konsumsi harian.
jika sebelumnya minuman manis dikonsumsi tiga kali sehari, frekuensinya dapat dikurangi secara bertahap menjadi dua kali, kemudian sekali sehari.
selain mengurangi frekuensi, gula biasa juga dapat dikurangi sedikit demi sedikit atau diganti dengan pemanis nonkalori.
target akhirnya adalah membiasakan tubuh dengan rasa yang tidak terlalu manis dan mengurangi gula tambahan dalam pola makan sehari-hari.
pada akhirnya, bukan berarti semua minuman tersebut harus sepenuhnya dihindari.
kuncinya adalah memperhatikan jenis, ukuran porsi, kandungan gula, dan frekuensi konsumsi agar asupan harian tetap seimbang.(wira)