bacakoran.co

Jangan Abaikan Rem Motor Bunyi! Kenali 6 Penyebabnya dari Kampas Rem hingga Cakram

Jangan Abaikan Rem Motor Bunyi! Kenali 6 Penyebabnya dari Kampas Rem hingga Cakram-foto:ist-

BACAKORAN - Rem motor yang berbunyi saat ditekan umumnya disebabkan oleh kampas rem, cakram atau tromol yang kotor, kampas yang aus, permukaan komponen tidak rata, hingga kaliper yang bermasalah.

Bunyi ringan tidak selalu berarti rem rusak, tetapi suara yang terus muncul sebaiknya diperiksa.

Rem merupakan salah satu komponen paling penting pada sepeda motor.

Karena berhubungan langsung dengan kemampuan kendaraan untuk memperlambat dan berhenti, perubahan kecil seperti munculnya suara ketika tuas rem ditekan sebaiknya tidak langsung diabaikan.

BACA JUGA:Rekening Rp80,9 Juta Supriyono alias Botok Diblokir, Bank Mandiri Ungkap Ada Permintaan Aparat

Bunyi tersebut bisa terdengar seperti decit, berderit, gesekan, atau suara kasar.

Penyebabnya pun berbeda-beda, tergantung jenis rem yang digunakan, kondisi kampas, lingkungan berkendara, dan perawatan kendaraan.

Lalu, bagian mana yang harus diperiksa ketika rem motor mulai berbunyi?

1. Kampas Rem Mulai Aus

Kampas rem yang sudah menipis menjadi salah satu bagian pertama yang perlu diperiksa.

BACA JUGA:Avanza Ngebut Terhalang Kabut Tabrak Pejalan Kaki Hingga Maut Menjemput

Kampas rem bekerja dengan memberikan gesekan terhadap cakram atau bagian pengereman pada sistem tromol.

Seiring pemakaian, material kampas akan berkurang.

Ketika ketebalannya sudah menipis, karakter suara saat pengereman dapat berubah.

Jangan Abaikan Rem Motor Bunyi! Kenali 6 Penyebabnya dari Kampas Rem hingga Cakram

zeli

djarwo


bacakoran - rem motor yang berbunyi saat ditekan umumnya disebabkan oleh kampas rem, cakram atau tromol yang kotor, kampas yang aus, permukaan komponen tidak rata, hingga kaliper yang bermasalah.

bunyi ringan tidak selalu berarti rem rusak, tetapi suara yang terus muncul sebaiknya diperiksa.

rem merupakan salah satu komponen paling penting pada sepeda motor.

karena berhubungan langsung dengan kemampuan kendaraan untuk memperlambat dan berhenti, perubahan kecil seperti munculnya suara ketika tuas rem ditekan sebaiknya tidak langsung diabaikan.

bunyi tersebut bisa terdengar seperti decit, berderit, gesekan, atau suara kasar.

penyebabnya pun berbeda-beda, tergantung jenis rem yang digunakan, kondisi kampas, lingkungan berkendara, dan perawatan kendaraan.

lalu, bagian mana yang harus diperiksa ketika rem motor mulai berbunyi?

1. kampas rem mulai aus

kampas rem yang sudah menipis menjadi salah satu bagian pertama yang perlu diperiksa.

kampas rem bekerja dengan memberikan gesekan terhadap cakram atau bagian pengereman pada sistem tromol.

seiring pemakaian, material kampas akan berkurang.

ketika ketebalannya sudah menipis, karakter suara saat pengereman dapat berubah.

pada kondisi tertentu, suara gesekan juga dapat menjadi lebih kasar.

jangan menunggu sampai kampas benar-benar habis.

selain menimbulkan suara, kampas yang sudah tidak layak dapat memengaruhi performa pengereman dan berpotensi membuat komponen lain ikut mengalami keausan.

jika suara rem semakin keras dan muncul bersamaan dengan kemampuan pengereman yang menurun, segera lakukan pemeriksaan.

2. kampas dan cakram terkena debu atau kotoran

motor yang sering digunakan di jalan berdebu atau melewati genangan air dapat mengalami penumpukan kotoran pada area pengereman.

debu, pasir halus, atau kotoran yang berada di antara permukaan kampas dan cakram dapat menghasilkan suara ketika rem digunakan.

kondisi seperti ini terkadang hanya bersifat sementara.

setelah komponen kembali bersih dan kering, suara bisa berkurang.

namun, jangan membersihkan sistem rem menggunakan sembarang cairan.

gunakan metode dan produk pembersih yang memang sesuai untuk komponen rem, atau serahkan kepada mekanik jika tidak yakin.

3. cakram rem mengalami keausan atau permukaannya tidak rata

cakram rem juga perlu diperiksa, terutama jika motor sudah digunakan cukup lama.

permukaan cakram yang tidak rata atau mengalami keausan tertentu dapat membuat kontak antara kampas dan cakram menjadi tidak optimal.

selain bunyi, masalah pada cakram terkadang dapat disertai sensasi lain, misalnya getaran ketika mengerem atau respons pengereman yang terasa berbeda.

jika terdapat perubahan pada permukaan cakram, sebaiknya jangan langsung mencoba memperbaikinya sendiri.

pemeriksaan mekanik diperlukan untuk menentukan apakah komponen masih dapat digunakan atau perlu mendapatkan tindakan tertentu.

4. rem basah setelah hujan atau dicuci

rem motor yang berbunyi setelah terkena air tidak selalu berarti rusak.

ketika motor digunakan saat hujan atau baru selesai dicuci, air yang berada di antara permukaan pengereman dapat menimbulkan suara sementara ketika rem digunakan.

biasanya, suara akan berkurang setelah komponen kembali kering dan rem digunakan secara normal.

meski demikian, jika suara tetap terdengar setelah motor digunakan dan komponen sudah kering, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

jangan menganggap semua suara rem sebagai efek air, terutama jika gejala terus berulang.

5. kampas rem baru sedang menyesuaikan

menariknya, kampas rem baru juga bisa menimbulkan suara tertentu pada masa awal penggunaan.

setelah penggantian kampas, permukaan kampas dan cakram membutuhkan proses penyesuaian agar kontaknya semakin optimal.

jika suara muncul setelah penggantian kampas tetapi pengereman tetap normal, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan proses penyesuaian permukaan.

namun, suara yang sangat keras, pengereman tidak pakem, getaran berlebihan, atau gejala tidak normal lainnya tidak boleh dianggap sebagai proses adaptasi biasa.

jika ragu, mintalah bengkel memeriksa pemasangan kampas dan kondisi sistem pengereman.

6. kaliper atau komponen rem perlu diperiksa

pada rem cakram, kaliper berperan penting dalam proses menjepit kampas ke cakram.

jika terdapat masalah pada mekanisme kaliper, gerakan kampas dapat menjadi tidak optimal.

akibatnya, gesekan atau suara yang muncul ketika rem digunakan dapat terasa berbeda.

bagian lain seperti pin, dudukan, atau komponen pendukung juga dapat membutuhkan pemeriksaan.

masalah seperti ini sebaiknya ditangani mekanik karena sistem rem membutuhkan pemasangan dan penyetelan yang tepat.

apakah rem motor berbunyi berarti rusak?

tidak selalu.

suara rem dapat muncul karena berbagai kondisi, termasuk air, debu, karakter material kampas, atau proses penyesuaian kampas baru.

yang perlu diperhatikan adalah jenis suara dan gejala yang menyertainya.

jika hanya terdengar decit sesekali tetapi pengereman tetap normal, penyebabnya bisa berbeda dengan suara gesekan kasar yang muncul terus-menerus.

lebih serius lagi jika bunyi disertai:

  • rem terasa kurang pakem.
  • tuas atau pedal rem terasa tidak normal.
  • motor bergetar ketika mengerem.
  • suara gesekan semakin keras.
  • motor terasa menarik ke salah satu sisi ketika pengereman.
  • terlihat kebocoran pada sistem rem.
  • kampas rem terlihat sudah sangat tipis.

jika beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda.

kapan kampas rem harus diganti?

tidak ada satu jarak tempuh yang berlaku untuk semua motor karena usia kampas dipengaruhi oleh gaya berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, jenis kampas, dan penggunaan rem.

karena itu, kondisi fisik kampas dan rekomendasi pabrikan lebih penting daripada sekadar menghitung kilometer.

pengendara dapat melakukan pemeriksaan visual jika posisi kampas memungkinkan untuk dilihat dengan aman.

namun, jika tidak dapat memastikan ketebalannya, mintalah mekanik memeriksanya.

jangan menunggu suara semakin keras sebagai satu-satunya tanda bahwa kampas sudah waktunya diganti.

cara mencegah rem motor cepat bermasalah

perawatan rem sebenarnya cukup sederhana jika dilakukan secara rutin.

pertama, periksa kondisi kampas secara berkala.

kedua, jaga kebersihan area pengereman. ketiga, perhatikan kondisi cakram atau komponen tromol.

keempat, jangan mengabaikan perubahan rasa ketika tuas atau pedal rem digunakan.

selain itu, hindari menggunakan motor secara agresif jika sistem pengereman sudah menunjukkan gejala tidak normal.

setelah melewati genangan atau mencuci motor, pastikan fungsi rem kembali normal sebelum berkendara dengan kecepatan tinggi.

rem bukan komponen yang tepat untuk menunggu sampai rusak total baru diperbaiki.

Tag
Share