Supir Bus Pati Diduga Diintimidasi Lewat Telepon Misterius, Jelang Aksi AMPB di DPR 27 Agustus
Supir Bus dari Pati Mengaku Diancam, Surat Kendaraan Bakal Ditahan di Jakarta--X
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, membenarkan adanya pembatalan mendadak armada.
“Hari terakhir terkendala ya, jadi bus-bus yang sudah dipesan, sudah di-DP, ternyata hari ini dibatalkan semua karena ada intervensi,” ujarnya dalam keterangan sebelumnya.
Aksi AMPB pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR RI membawa dua tuntutan utama: segera disahkannya RUU Perampasan Aset Koruptor dan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
Gerakan ini berakar dari pengalaman warga Pati mengawal kasus mantan Bupati Sudewo yang ditangkap KPK, kemudian berkembang menjadi aspirasi nasional bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB).
BACA JUGA:Rekening Rp80,9 Juta Supriyono alias Botok Diblokir, Bank Mandiri Ungkap Ada Permintaan Aparat
Sebelum intimidasi telepon, rombongan AMPB sudah mengalami pelemparan batu bata di Tol Jakarta-Cikampek (KM 54-55, Karawang) pada Senin (24/8/2026).
Dua orang berpakaian tertutup (hoodie dan penutup wajah) melempar dari atas jembatan penyeberangan orang.
Kaca depan bus retak, serpihan mengenai tiga penumpang termasuk Botok, yang mengalami luka ringan.
“Ini cukup membuat kami terintimidasi,” kata Vander dari tim advokasi AMPB.
Selain itu, rekening Bank Mandiri milik Botok yang berisi sekitar Rp80,9 juta (dana pribadi dan donasi) mengalami penundaan transaksi atas permintaan aparat.
Bank meminta maaf dan menjelaskan prosedur tersebut.
Netizen merespons dengan beragam.
“Nomor nye di share pak, biar ditangkep polisi peneror itu,” tulis @podo_radong1.
Sementara @ennnnnn___n menulis, “Gausah takut, tetap lawan, kalian udah dijalan yg benar untuk rakyat.”