Tentara Jepang Tiba di Ketapang Bantu Padamkan Karhutla, Bantuan Internasional Mulai Masuk Kalimantan Barat
Jepang Kirim Personel Helikopter CH-47 ke Kalbar Operasi Water Bombing Karhutla Segera Dimulai --X
BACAKORAN.CO - Video yang beredar luas di media sosial menunjukkan personel militer Jepang telah tiba di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, untuk membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tidak seperti kedatangan sebelumnya, misi kali ini murni kemanusiaan dan bagian dari bantuan internasional yang mulai mengalir ke wilayah terdampak.
Helikopter dan personel Jepang diharapkan memperkuat operasi water bombing di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sebagian besar Kalimantan.
Sebagaimana dibagikan di akun X @FuzaFirdaus pada 2 September 2026, video tersebut memperlihatkan prajurit berbaju kamuflase dengan patch bendera Jepang di kawasan lapangan udara yang diselimuti asap.
BACA JUGA:Update Terkini Karhutla Kotawaringin Barat: 1.717 Hektare Lahan Terbakar, Asap Ganggu Aktivitas
“MELAWAN ASAP: Tentara Jepang dilaporkan telah mendarat di Ketapang. Tidak seperti terakhir kalinya, kedatangan personil militer Jepang kali ini untuk membantu pemadaman Karhutla. Bantuan internasional kini mulai masuk ke Kalimantan Barat,” tulis @FuzaFirdaus.
Upaya Jepang ini merupakan bagian dari Japan Disaster Relief Self-Defense Forces Unit.
Kementerian Pertahanan Jepang mengerahkan kapal angkut JS Kunisaki yang membawa tiga helikopter CH-47 Chinook beserta ratusan personel.
Misi ini merupakan yang pertama kali Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) melakukan operasi pemadaman kebakaran di luar negeri.
BACA JUGA:UIN Ar-Raniry Resmi Buka Kedokteran, Andalkan Lima Keunggulan
Menurut data resmi, kapal JS Kunisaki berangkat dari pangkalan Kure, Hiroshima, pada 30 Agustus 2026.
Tim pendahulu sudah berada di Kalimantan Barat dan melakukan koordinasi dengan TNI serta satuan tugas karhutla, termasuk survei fasilitas di Asrama Haji Pontianak.
Sekitar 180 personel direncanakan menempati fasilitas tersebut selama sekitar 21 hari operasi.
Bantuan Jepang diberikan atas permintaan Pemerintah Indonesia dan dilandasi perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani kedua negara pada Mei 2026, khususnya kerangka Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).