Massa Kepung Rumah Kades, Brimob Evakuasi Dua Terduga Jambret
Suasana mencekam di Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten Pali, Rabu malam (16/09). (foto: tangkapan layar)--
BACAKORAN.CO – Ratusan warga mengamuk setelah dua remaja yang diduga menjambret ditangkap di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan Rabu malam (16/9).
Massa bahkan membawa senjata tajam, kayu, dan bensin hingga polisi harus menerjunkan personel Brimob Polda Sumsel untuk mengevakuasi kedua terduga pelaku.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Kedua remaja tersebut disebut warga berasal dari Desa Tempirai. Mereka diduga melakukan aksi jambret di tengah permukiman Desa Air Itam.
Saat berusaha melarikan diri, sepeda motor yang ditunggangi keduanya terbalik. Warga kemudian menangkap dan mengamankan mereka. Untuk mencegah aksi main hakim sendiri, kedua remaja itu dibawa ke rumah kepala desa setempat.
BACA JUGA:Gagal Rampas HP Mahasiswi, Jambret Ditangkap Warga Lalu Diserahkan ke Polisi
BACA JUGA:Buronan Jambret Meresahkan Warga Prabumulih Tertangkap, Ngaku Sempat Kabur ke Malaysia
Namun, informasi penangkapan tersebut cepat menyebar melalui media sosial. Sejumlah warga bahkan melakukan siaran langsung. Dalam waktu singkat, massa berdatangan dan mengepung rumah kepala desa.
Situasi semakin tegang ketika sejumlah anggota kepolisian tiba untuk menjemput kedua terduga pelaku. Petugas sempat menyiapkan kendaraan untuk membawa mereka ke Polres PALI.
Namun, rencana tersebut urung dilakukan setelah polisi melihat massa dalam jumlah besar berada di luar rumah. Kedua terduga pelaku kemudian sempat disembunyikan di kamar mandi untuk menghindari kemungkinan terjadinya amuk massa.
Aparat kepolisian bersama pemerintah desa berulang kali meminta warga menahan diri. Namun, massa terus meneriakkan tuntutan agar kedua remaja tersebut diserahkan.
BACA JUGA:Guru Disorot dalam Polemik MBG, Warganet Desak Evaluasi SPPG
BACA JUGA:Perpres 8/2026 soal Ekstremisme Dinilai Karet, Bisa Ancam Peserta Demo dan Demokrasi?
Kemurkaan warga kemudian dilampiaskan terhadap sepeda motor yang digunakan kedua terduga pelaku. Kendaraan itu didorong ke tanah lapang. Massa merusaknya menggunakan kayu dan batu.
Situasi baru mulai terkendali setelah personel Brimob Polda Sumsel tiba di lokasi. Mereka dilengkapi perlengkapan pengamanan, termasuk tameng dan pentungan.