Sudaryono Siapkan Aplikasi Rating MBG Seperti Gojek, Kepala Sekolah Bisa Beri Bintang 1-5
Rencana kepala BGB Sudaryono buat aplikasi rating MBG --X
Menurut penjelasan Sudaryono, aplikasi tersebut akan:
- Diakses oleh kepala sekolah di seluruh Indonesia.
- Memungkinkan pemberian rating bintang 1–5 setiap hari terhadap pelayanan dapur yang menyuplai sekolah mereka.
- Menyediakan kolom catatan untuk menyampaikan keluhan spesifik (rasa, kebersihan, ketepatan waktu, kooperatif tidaknya pihak dapur).
- Terintegrasi dengan sistem monitoring BGN sehingga data masuk secara real-time.
Target peluncuran penuh diperkirakan 1–3 minggu setelah pengumuman, yakni akhir September hingga awal Oktober 2026.
Setelah aktif, seluruh kepala sekolah diharapkan dapat mengakses dan memberikan penilaian.
BACA JUGA:Pemerintah Ganti Nama Beras SPHP Jadi Beras Kita Medium, Resmi Meluncur 20 Oktober 2026
Tujuan dan Manfaat yang Diharapkan
BGN ingin menciptakan mekanisme umpan balik yang cepat dan objektif. Dengan sistem rating:
- Dapur yang konsisten mendapat bintang tinggi dapat diapresiasi.
- Dapur yang sering mendapat bintang rendah akan mendapat perhatian khusus.
- Kepala sekolah didorong tidak segan menegur atau melapor jika ada masalah.
“Kalau ada yang memberikan bintang satu, saya akan tanya-tanya,” ujar Sudaryono saat meninjau pelaksanaan MBG di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 16 September 2026.
Ia juga meminta kepala sekolah berani melaporkan langsung ke BGN jika teguran ke dapur tidak direspons.
Reaksi Publik dan Netizen
Rencana ini mendapat respons beragam. Sebagian mendukung karena dianggap meningkatkan akuntabilitas.
Namun, banyak yang khawatir akan menimbulkan masalah baru.
“Klo ngasih nilai 1 sesuai fakta paling juga di geruduk, akhirnya cuma bikin masalah baru,” tulis @celoteh_belaka.
“Potensi konflik horizontal hanya karena rating,” komentar @motherlander.
BACA JUGA:Cekcok Soal Lahan Berujung Maut, Disaksikan Ibu, Anak Bacok Ayah Hingga Tewas
Sementara @Azhoo14 bertanya, “Yang ngasih bintang dibawah 5 di mutasi gaknya itu kepsek?”
Dengan adanya aplikasi rating, bola pengawasan kini lebih banyak berada di tangan kepala sekolah.
Apakah sistem ini akan menjadi solusi efektif atau justru membuka celah konflik baru? Waktu dan implementasi di lapangan yang akan menjawabnya.