bacakoran.co – kepala badan gizi nasional (bgn) sudaryono mengumumkan rencana pembuatan aplikasi khusus yang memungkinkan kepala sekolah memberikan rating terhadap pelayanan dapur makan bergizi gratis (mbg) setiap hari.
sistem ini dirancang menyerupai aplikasi ojek online seperti gojek atau gofood, di mana kepala sekolah dapat memberikan bintang 1 sampai 5 beserta catatan.
pengumuman ini disampaikan dalam webinar “literasi gizi bagi kepala sekolah” yang ditayangkan di youtube bgn pada senin, 15 september 2026, dan kembali viral melalui postingan akun x @lambesahamjja pada 19 september 2026.
langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan yang disalurkan ke sekolah-sekolah di seluruh indonesia.
sudaryono menekankan bahwa bgn membutuhkan masukan langsung dari lapangan agar dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) yang bermasalah bisa segera ditindak.
rencana aplikasi rating mbg
program makan bergizi gratis merupakan salah satu prioritas utama pemerintahan presiden prabowo subianto.
sejak diluncurkan, program ini melibatkan puluhan ribu dapur sppg di seluruh indonesia.
namun, berbagai kasus keracunan, keluhan rasa, kebersihan, hingga keterlambatan pengiriman masih kerap muncul di media sosial dan laporan sekolah.
sebagai respons, sudaryono yang dilantik sebagai kepala bgn pada juli 2026 mendorong digitalisasi pengawasan. ia sudah mengembangkan aplikasi monitoring kurir mbg.
langkah berikutnya adalah memberi wewenang langsung kepada kepala sekolah sebagai pihak yang paling dekat dengan penerima manfaat.
“nantinya kami itu akan memberikan semacam aplikasi kepada bapak ibu kepala sekolah untuk kemudian seperti di ojek online seperti gofood yang kemudian bapak ibu bisa memberikan bintang atau catatan terhadap si dapur itu,” kata sudaryono dalam webinar literasi gizi bagi kepala sekolah.
cara kerja aplikasi yang direncanakan
menurut penjelasan sudaryono, aplikasi tersebut akan:
- diakses oleh kepala sekolah di seluruh indonesia.
- memungkinkan pemberian rating bintang 1–5 setiap hari terhadap pelayanan dapur yang menyuplai sekolah mereka.
- menyediakan kolom catatan untuk menyampaikan keluhan spesifik (rasa, kebersihan, ketepatan waktu, kooperatif tidaknya pihak dapur).
- terintegrasi dengan sistem monitoring bgn sehingga data masuk secara real-time.
target peluncuran penuh diperkirakan 1–3 minggu setelah pengumuman, yakni akhir september hingga awal oktober 2026.
setelah aktif, seluruh kepala sekolah diharapkan dapat mengakses dan memberikan penilaian.
tujuan dan manfaat yang diharapkan
bgn ingin menciptakan mekanisme umpan balik yang cepat dan objektif. dengan sistem rating:
- dapur yang konsisten mendapat bintang tinggi dapat diapresiasi.
- dapur yang sering mendapat bintang rendah akan mendapat perhatian khusus.
- kepala sekolah didorong tidak segan menegur atau melapor jika ada masalah.
“kalau ada yang memberikan bintang satu, saya akan tanya-tanya,” ujar sudaryono saat meninjau pelaksanaan mbg di kupang, nusa tenggara timur, pada 16 september 2026.
ia juga meminta kepala sekolah berani melaporkan langsung ke bgn jika teguran ke dapur tidak direspons.
reaksi publik dan netizen
rencana ini mendapat respons beragam. sebagian mendukung karena dianggap meningkatkan akuntabilitas.
namun, banyak yang khawatir akan menimbulkan masalah baru.
“klo ngasih nilai 1 sesuai fakta paling juga di geruduk, akhirnya cuma bikin masalah baru,” tulis @celoteh_belaka.
“potensi konflik horizontal hanya karena rating,” komentar @motherlander.
sementara @azhoo14 bertanya, “yang ngasih bintang dibawah 5 di mutasi gaknya itu kepsek?”
dengan adanya aplikasi rating, bola pengawasan kini lebih banyak berada di tangan kepala sekolah.
apakah sistem ini akan menjadi solusi efektif atau justru membuka celah konflik baru? waktu dan implementasi di lapangan yang akan menjawabnya.