Ternyata Ini Motif Istri Tikam Suami ASN Inspektorat OKI Hingga Tewas
Tampak pelaku saat diamankan dan foto pelaku bersama dua anaknya. (foto : tangkapan layar)--
BACAKORAN.CO – Penyidik Satrekrim Polres OKI akhirnya buka suara terkait tewasnya Anton, ASN Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan yang tewas setelah ditikam istrinya Deka.
Menurut polisi, Deka diduga nekat menikam suaminya hingga tewas karena kesal tidak diberi uang untuk biaya pengobatan anak mereka. Penikaman terjadi di Kantor Inspektorat OKI, Senin (21/9), setelah keduanya terlibat cekcok.
Motif penikaman yang menewaskan ASN Inspektorat OKI tersebut disampaikan polisi dalam penjelasan kasus pada Senin sore. Polisi menyebut persoalan uang untuk biaya berobat anak menjadi pemicu awal pertengkaran pasangan suami istri itu.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya SIK MH mengatakan, Deka mendatangi kantor tempat Anton bekerja sekitar pukul 09.00 WIB. Kedatangannya untuk meminta uang yang disebut akan digunakan membiayai pengobatan putra mereka.
BACA JUGA:ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri Saat Jam Kerja, belasan Luka Tusuk, Pisau Menancap di Dada
BACA JUGA:Sadis! ASN di Bima Tikam Istri hingga Tewas, Diduga Cemburu Gegara Korban Sering Telpon Lelaki Lain
Namun, permintaan tersebut diduga tidak dipenuhi korban. Keduanya kemudian terlibat percekcokan.
Situasi berubah menjadi berdarah. Deka diduga mengambil sebilah pisau yang telah dibawanya dari dalam tas.
Tanpa banyak waktu, pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam tersebut. Anton ditusuk berkali-kali pada sejumlah bagian tubuh.
Serangan mengenai badan, wajah hingga dada korban. Anton kemudian tersungkur dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
BACA JUGA:Diterkam Buaya di Sungai Sembilang, Ujang Ditemukan Tak Bernyawa
BACA JUGA:Rumah Sekaligus Warung di OKU Timur Ludes Terbakar, Rugi Rp200 Juta
"Pelaku mendatangi kantor korban untuk meminta uang biaya berobat anak mereka. Saat bertemu, terjadi percekcokan. Pelaku kemudian mengeluarkan pisau dari dalam tas," jelas Nandang berdasarkan hasil penyidikan sementara.
Penikaman itu terjadi di lingkungan Kantor Inspektorat OKI. Lokasi kejadian yang berada di kawasan perkantoran pemerintah membuat peristiwa tersebut menggemparkan para pegawai.