bacakoran.co

Presiden Prabowo Dorong Pemanfaatan Produktif 33 Juta Hektare Gambut, Bentuk Badan Khusus

Momen Prabowo Penasaran Soal Lahan Gambut--X

Lahan gambut memiliki karakteristik unik: bersifat asam, mudah kering jika drainasenya berlebihan, dan menjadi sangat mudah terbakar.

Pengalaman proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar (PLG) di era Orde Baru dan food estate di era sebelumnya menunjukkan bahwa pembukaan tanpa pengelolaan air yang tepat sering berujung pada degradasi dan kebakaran berulang. 

Presiden Prabowo Dorong Pemanfaatan Produktif 33 Juta Hektare Gambut, Bentuk Badan Khusus

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co — presiden prabowo subianto mempertanyakan secara langsung kepada para akademisi dan pakar apakah lahan gambut di indonesia bisa dimanfaatkan secara produktif dan ditanami tanaman.

pertanyaan itu muncul dalam diskusi di istana merdeka, jakarta, kamis 24 september 2026. prabowo ingin tahu peluang budidaya yang berkelanjutan sambil mencegah kebakaran hutan dan lahan.

sebagaimana dibagikan di media sosial x @lambesahamjja pada 25 september 2026, momen tersebut memperlihatkan rasa penasaran presiden terhadap potensi gambut.

presiden prabowo subianto mengundang sejumlah akademisi, peneliti dari brin, pejabat bmkg, menteri kehutanan raja juli antoni, dan menteri pendidikan tinggi, sains, dan teknologi brian yuliarto.

agenda utama adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sering terjadi di ekosistem gambut.  

dalam pengantarnya, prabowo menekankan bahwa kebakaran di atas lahan gambut menjadi persoalan serius yang berulang setiap tahun.

ia mencatat perbedaan indonesia dengan negara tetangga yang memiliki hutan namun tidak memiliki gambut seluas ini.  

“yang saya minta saran dari saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif?” ujar prabowo.

ia melanjutkan dengan pertanyaan spesifik, “apakah kita bisa tanam tanaman di atas gambut?”  

pernyataan tersebut mencerminkan keinginan pemerintah untuk tidak hanya melindungi, tetapi juga mengoptimalkan lahan yang luasnya lebih dari 33 juta hektare.  

sebagaimana dikutip dari akun x @lambesahamjja pada tanggal 25 september 2026, video singkat menunjukkan presiden prabowo sedang berbicara sambil memegang kertas, dengan latar belakang dekorasi hijau istana, menanyakan secara langsung kemungkinan pemanfaatan produktif lahan gambut.

rencana pemetaan dan pengelompokan lahan gambut

pemerintah akan melakukan pemetaan karakteristik seluruh lahan gambut.

tujuannya agar lahan dikelompokkan berdasarkan kesesuaian: mana yang cocok untuk budidaya tanaman, mana untuk perikanan, dan mana yang harus dilindungi penuh.  

“tadi disampaikan juga bagaimana pemetaan lahan-lahan gambut itu akan dilakukan, akan dikelompokkan. mana lahan-lahan yang cocok untuk pengembangan apakah itu budidaya tanaman, apakah itu untuk perikanan dan lain-lainnya,” ujar menteri pendidikan tinggi, sains, dan teknologi brian yuliarto dalam keterangan pers di kompleks istana kepresidenan.  

brian menegaskan bahwa presiden meminta penelitian dan kajian tentang gambut terus dilanjutkan.

hasil pemetaan akan menjadi dasar pengelolaan yang lebih optimal, baik untuk produksi maupun pencegahan karhutla.  

kepala brin arif satria mengingatkan bahwa sekitar 41 juta penduduk hidup di kawasan hidrologis gambut.

oleh karena itu, pemanfaatan berkelanjutan harus dirancang dengan hati-hati.

paling sedikit 30 persen kawasan perlu dipertahankan fungsi lindungnya.

pembentukan badan pengelola gambut dan mangrove nasional (bpgmn)

salah satu keputusan penting dari rapat tersebut adalah persetujuan pembentukan badan pengelola gambut dan mangrove nasional (bpgmn).

badan ini akan berada langsung di bawah presiden, bukan di bawah kementerian, dan diperkuat dengan dukungan ilmuwan serta profesional.  

menteri kehutanan raja juli antoni menjelaskan bahwa fokus bpgmn adalah pencegahan karhutla, khususnya di enam provinsi berbasis gambut: riau, jambi, sumatera selatan, kalimantan barat, kalimantan tengah, dan kalimantan selatan.

basis kerja akan dilakukan hingga tingkat desa agar masyarakat ikut berdaya dalam pencegahan.  

para ilmuwan yang hadir sepakat bahwa mencegah jauh lebih murah dan efektif dibandingkan memadamkan kebakaran yang sudah terjadi. pemadaman di lahan gambut dinilai sangat sulit dan mahal karena api bisa menyebar di bawah permukaan.

lahan gambut memiliki karakteristik unik: bersifat asam, mudah kering jika drainasenya berlebihan, dan menjadi sangat mudah terbakar.

pengalaman proyek lahan gambut sejuta hektar (plg) di era orde baru dan food estate di era sebelumnya menunjukkan bahwa pembukaan tanpa pengelolaan air yang tepat sering berujung pada degradasi dan kebakaran berulang. 

Tag
Share