5 Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Batu Ginjal
5 Makanan yang Bisa Menurunkan Risiko Batu Ginjal--gemini--
BACAKORAN.CO - Batu ginjal terbentuk ketika mineral atau zat tertentu di dalam urine mengendap dan membentuk kristal. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal adalah memperhatikan pola makan dan asupan cairan setiap hari.
Dikutip dari EatingWell, sejumlah makanan dapat dimasukkan ke dalam pola makan untuk membantu menjaga kesehatan ginjal dan mengurangi risiko pembentukan batu.
Pilihannya antara lain buah sitrus, makanan kaya kalsium, buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh.
Batu ginjal dapat terbentuk ketika urine mengandung terlalu banyak mineral atau zat pembentuk kristal. Kristal tersebut kemudian dapat berkumpul dan berkembang menjadi batu dengan ukuran yang beragam.
Karena itu, pola makan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Selain memilih makanan yang tepat, menjaga kecukupan cairan juga penting untuk membantu menghasilkan urine yang lebih encer.
BACA JUGA:5 Langkah Pertolongan Pertama Keracunan Makanan, Jangan Panik dan Lakukan Ini!
1.Buah sitrus
Buah sitrus seperti lemon, jeruk, dan jeruk nipis dapat menjadi pilihan dalam pola makan untuk membantu menurunkan risiko batu ginjal.
Buah-buahan tersebut mengandung sitrat, senyawa yang dapat membantu menghambat pembentukan kristal tertentu.
Sitrat dapat berikatan dengan kalsium di dalam urine sehingga membantu mengurangi kemungkinan terbentuknya kristal.
Konsumsi buah utuh juga memberikan manfaat lain karena mengandung air dan berbagai zat gizi.
BACA JUGA:Suhu Tubuh Auto Turun! Ini 10 Makanan Penurun Demam Paling Ampuh Biar Nggak Lemas
2.Makanan kaya kalsium
Makanan yang mengandung kalsium juga dapat membantu menurunkan risiko batu ginjal, terutama batu yang berkaitan dengan oksalat.
Produk susu dan susu nabati yang diperkaya kalsium dapat membantu mengikat oksalat di saluran pencernaan.
Dengan begitu, jumlah oksalat yang diserap tubuh dan kemudian masuk ke urine dapat berkurang.