Kurs Dolar Hari Ini 5 Oktober 2026: USD Berhenti Menguat, Hormuz Masih Ditutup
Kurs Dolar Hari Ini 5 Oktober 2026: USD Berhenti Menguat, Hormuz Masih Ditutup--market bisnis--
BACAKORAN.CO – Kurs dolar hari ini, Senin 5 Oktober 2026, bergerak dalam perhatian pasar setelah dolar AS menghentikan penguatan mingguan. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat ikut mereda.
Di sisi lain, yen Jepang sedikit menguat setelah data inflasi yang tinggi meningkatkan kemungkinan Bank of Japan (BoJ) melakukan pengetatan kebijakan moneter.
Pergerakan mata uang global juga masih dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah, terutama kondisi Selat Hormuz yang masih ditutup.
BACA JUGA:Rupiah di Rp17.995 per Dolar, Pasar Cermati Sinyal Fed dan BoJ
Kurs Dolar Hari Ini 5 Oktober 2026
Berikut kurs beli dan jual sejumlah mata uang terhadap rupiah:
| Mata Uang | Kurs Beli | Kurs Jual |
|---|---|---|
| USD | Rp17.860 | Rp17.930 |
| EUR | Rp20.040 | Rp20.181 |
| GBP | Rp23.599 | Rp23.766 |
| SGD | Rp13.940 | Rp14.039 |
| AUD | Rp12.404 | Rp12.499 |
| NZD | Rp10.003 | Rp10.083 |
| CAD | Rp12.505 | Rp12.592 |
| CHF | Rp21.507 | Rp21.668 |
| HKD | Rp2.273,33 | Rp2.287,93 |
| CNY | Rp2.652,90 | Rp2.684,15 |
| JPY | Rp113,01 | Rp113,93 |
| KRW | Rp13,20 | Rp13,64 |
| THB | Rp529,51 | Rp537,32 |
| MYR | Rp4.361,85 | Rp4.401,12 |
| SAR | Rp4.750,49 | Rp4.781,69 |
Untuk kurs silang terhadap dolar AS, euro berada di kisaran 1,1233–1,1243 per dolar, sedangkan poundsterling berada di sekitar 1,3228–1,3240.
Dolar AS diperdagangkan pada kisaran 157,5–157,9 yen. Sementara dolar Australia berada di sekitar 0,6953–0,6963 dan dolar Selandia Baru sekitar 0,5607–0,5617.
BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Menguat Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Harga Minyak dan Emas Hari Ini
Selain mata uang, pasar juga mencermati pergerakan komoditas.
Harga minyak mentah berada di level 90,60, sedangkan emas atau XAU tercatat 4.157,55.
Pergerakan dua komoditas tersebut menjadi penting karena ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan dapat memengaruhi ekspektasi inflasi maupun kebijakan moneter global.
Selat Hormuz Masih Ditutup
Salah satu perhatian utama pasar datang dari Selat Hormuz.
Pihak Iran menyatakan jalur strategis tersebut masih ditutup sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah persyaratan yang tercantum dalam Memorandum Islamabad.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyebut terdapat tujuh syarat yang harus dipenuhi seluruhnya sebelum Selat Hormuz dibuka kembali.
Menurut laporan yang dikutip dari Suara.com, Amerika Serikat telah merespons melalui mediator Qatar. Namun, Iran menilai usulan Washington masih mempertahankan posisi lama.
Selat Hormuz menjadi jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati kawasan tersebut.
Jika gangguan pasokan berlanjut, pasar berpotensi tetap sensitif terhadap perubahan harga energi dan perkembangan geopolitik.
BACA JUGA:Kronologi Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
OPEC+ Pertahankan Produksi Minyak
Di tengah situasi tersebut, negara-negara anggota OPEC+ sepakat mempertahankan tingkat produksi minyak mentah.
Keputusan ini menjadi perhatian pasar karena konflik di Timur Tengah masih berpotensi membatasi pasokan energi dari kawasan Teluk.
Kondisi tersebut dapat membuat harga minyak tetap volatil dan pada akhirnya ikut memengaruhi mata uang negara-negara yang sensitif terhadap harga energi.
Apa Artinya bagi Rupiah?
Bagi rupiah, kombinasi antara ketidakpastian suku bunga The Fed dan risiko geopolitik membuat pergerakan nilai tukar masih perlu dicermati.
Dolar AS yang mulai kehilangan momentum penguatan memberikan sedikit ruang bagi mata uang lain. Namun, risiko dari kenaikan harga energi dan sentimen risk-off tetap menjadi faktor yang dapat menekan mata uang negara berkembang.
Investor biasanya meningkatkan minat terhadap aset yang dianggap lebih aman ketika ketidakpastian meningkat, termasuk emas dan obligasi pemerintah.
Karena itu, kurs dolar hari ini 5 Oktober 2026 tidak hanya dipengaruhi data ekonomi AS, tetapi juga perkembangan Jepang, harga minyak, dan situasi Selat Hormuz.
BACA JUGA:Ikut Tren Investasi Tanpa Ilmu, Akhirnya Uang Ludes dan Penyesalan Datang Terlambat
Yang Perlu Diperhatikan
Pergerakan dolar, minyak dan emas berpotensi tetap bergejolak selama gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk belum mereda dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve masih menjadi perhatian pasar.
Kurs bank juga dapat berubah sepanjang hari mengikuti kondisi pasar valuta asing.
Bagi masyarakat yang hendak membeli atau menjual valuta asing, sebaiknya kembali mengecek kurs beli dan kurs jual terbaru sebelum melakukan transaksi.