bacakoran.co

Dolar AS di Rp17.945, Harga Minyak Dunia Naik ke US$91,11, Emas di US$4.140

Dolar AS di Rp17.945, Harga Minyak Dunia Naik ke US$91,11, Emas di US$4.140--kompas--

JAKARTA, BACAKORAN.CO – Harga minyak dunia kembali naik setelah muncul laporan serangan baru terhadap kapal tanker oleh Iran. Situasi tersebut menambah kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak Timur Tengah dan risiko kenaikan inflasi global.

Berdasarkan data pasar yang diterima, harga minyak mentah (crude oil) berada di level US$91,11. Sementara itu, harga emas yang tercatat pada indikator XAU mencapai US$4.140,25.

Di pasar valuta asing, kurs jual dolar Amerika Serikat (AS) tercatat Rp17.945. Adapun kurs belinya berada di Rp17.875. Pergerakan mata uang, energi, dan logam mulia menjadi perhatian pelaku pasar di tengah ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan suku bunga.

BACA JUGA:Breaking: Rusia Ancam Perang Dunia III Jika Eropa Terlibat Serangan Kilang Minyak di Moskow

Harga Minyak Naik, Risiko Inflasi Kembali Menguat

Kenaikan harga minyak terjadi ketika pasar mencermati ancaman terhadap jalur pasokan energi dari Timur Tengah. Serangan terhadap kapal tanker berpotensi mengganggu distribusi minyak dan meningkatkan premi risiko di pasar energi.

Jika harga minyak bertahan tinggi, biaya transportasi dan produksi berpotensi ikut meningkat. Kondisi tersebut dapat menambah tekanan inflasi di berbagai negara, terutama negara yang bergantung pada impor energi.

Namun, dampak akhirnya tetap bergantung pada durasi gangguan pasokan, respons produsen minyak, serta perkembangan situasi geopolitik.

BACA JUGA:Kurs Rupiah Hari Ini Tertekan, Dolar AS Menguat Jelang FOMC dan Harga Minyak Naik

Sinyal The Fed Soal Suku Bunga

Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, Alberto Musalem, disebut memberikan sinyal bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan. Langkah tersebut diarahkan untuk membantu inflasi kembali menuju target bank sentral sebesar 2%.

Pernyataan itu perlu dibaca sebagai sinyal kebijakan, bukan keputusan resmi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada jadwal tertentu. Keputusan suku bunga tetap bergantung pada perkembangan inflasi, pasar tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, serta penilaian pejabat bank sentral.

Apabila ekspektasi suku bunga AS meningkat, dolar berpotensi mendapat dukungan dari perubahan imbal hasil aset berdenominasi dolar. Namun, pergerakannya juga dipengaruhi sentimen risiko global dan kebijakan bank sentral lainnya.

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun, Dolar AS Masih Fluktuatif: Cek Kurs USD hingga Euro Hari Ini

Utang Prancis Jadi Sorotan Zona Euro

Para menteri keuangan zona euro dan pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) dilaporkan mengadakan pertemuan bulanan di Luxembourg. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kondisi fiskal Prancis.

Dalam materi sumber, Gubernur Bank Sentral Prancis Emmanuel Moulin disebut menilai situasi fiskal negaranya sangat serius, dengan proyeksi defisit sebesar 5,4%. Ia juga disebut menolak intervensi ECB.

Angka defisit tersebut perlu dilengkapi dengan periode proyeksi dan sumber resmi. Identitas serta jabatan Emmanuel Moulin, termasuk atribusi pernyataannya, juga perlu diverifikasi sebelum publikasi.

Perkembangan fiskal Prancis penting bagi pasar karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap keberlanjutan utang pemerintah dan stabilitas pasar obligasi kawasan euro.

BACA JUGA:Rupiah Waspada! Dolar AS Menanti Data Tenaga Kerja, Minyak Melonjak

Tabel Kurs Valuta Asing V1

Berikut daftar kurs bank beli dan bank jual sesuai data yang diterima. Satuan kurs dan waktu pembaruan perlu dikonfirmasi kepada penyedia data.

Mata uang Bank beli Bank jual
USD 17.875 17.945
SGD 13.937 14.036
HKD 2.274,98 2.289,52
CHF 21.465 21.624
JPY 112,86 113,78
CAD 12.554 12.642
CNY 2.658,10 2.688,64
THB 529,06 536,84
SAR 4.754,99 4.786,19
KRW 13,16 13,61
MYR 4.360,19 4.398,87
GBP 23.624 23.789
AUD 12.427 12.523
NZD 10.002 10.084
EUR 20.021 20.164

Tabel Kurs Valuta Asing V2

Mata uang Bank beli Bank jual
SGD 1,2810 1,2799
HKD 7,8484 7,8465
CHF 0,8319 0,8308
JPY 158,18 157,87
CAD 1,4222 1,4211
CNY 6,7172 6,6818
THB 33,7460 33,4650
SAR 3,7550 3,7535
KRW 1.355,82 1.319,80
MYR 4,0950 4,0840
GBP 1,3231 1,3242
AUD 0,6961 0,6971
NZD 0,5602 0,5613
EUR 1,1213 1,1224

Apa yang Perlu Dicermati Investor?

Ada tiga faktor utama yang patut diperhatikan pasar:

  • Harga minyak: gangguan pasokan dapat meningkatkan tekanan inflasi dan biaya energi.
  • Kebijakan The Fed: ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi dolar AS dan arus modal global.
  • Kondisi fiskal zona euro: perkembangan utang Prancis dapat memengaruhi sentimen terhadap aset Eropa.

Data harga minyak dan emas dalam materi ini belum mencantumkan satuan kontrak, bursa, atau waktu pencatatan. Karena itu, angka US$91,11 untuk minyak dan US$4.140,25 untuk XAU sebaiknya diberi label sesuai sumber aslinya.

Bagi masyarakat dan investor, perubahan kurs maupun harga komoditas perlu dilihat bersama konteks pasar dan biaya transaksi. Kurs bank juga dapat berbeda dari kurs tengah, kurs acuan, maupun harga yang tersedia di penyedia valuta asing lainnya.

Dolar AS di Rp17.945, Harga Minyak Dunia Naik ke US$91,11, Emas di US$4.140

djarwo

djarwo


jakarta, bacakoran.co – harga kembali naik setelah muncul laporan serangan baru terhadap kapal tanker oleh iran. situasi tersebut menambah kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak timur tengah dan risiko kenaikan inflasi global.

berdasarkan data pasar yang diterima, harga minyak mentah (crude oil) berada di level us$91,11. sementara itu, harga emas yang tercatat pada indikator xau mencapai us$4.140,25.

di pasar valuta asing, kurs jual amerika serikat (as) tercatat rp17.945. adapun kurs belinya berada di rp17.875. pergerakan mata uang, energi, dan logam mulia menjadi perhatian pelaku pasar di tengah ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan suku bunga.

harga minyak naik, risiko inflasi kembali menguat

kenaikan harga minyak terjadi ketika pasar mencermati ancaman terhadap jalur pasokan energi dari timur tengah. serangan terhadap kapal tanker berpotensi mengganggu distribusi minyak dan meningkatkan premi risiko di pasar energi.

jika harga minyak bertahan tinggi, biaya transportasi dan produksi berpotensi ikut meningkat. kondisi tersebut dapat menambah tekanan inflasi di berbagai negara, terutama negara yang bergantung pada impor energi.

namun, dampak akhirnya tetap bergantung pada durasi gangguan pasokan, respons produsen minyak, serta perkembangan situasi geopolitik.

sinyal the fed soal suku bunga

presiden federal reserve bank of st. louis, alberto musalem, disebut memberikan sinyal bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan. langkah tersebut diarahkan untuk membantu inflasi kembali menuju target bank sentral sebesar 2%.

pernyataan itu perlu dibaca sebagai sinyal kebijakan, bukan keputusan resmi federal reserve untuk menaikkan suku bunga pada jadwal tertentu. keputusan suku bunga tetap bergantung pada perkembangan inflasi, pasar tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, serta penilaian pejabat bank sentral.

apabila ekspektasi suku bunga as meningkat, dolar berpotensi mendapat dukungan dari perubahan imbal hasil aset berdenominasi dolar. namun, pergerakannya juga dipengaruhi sentimen risiko global dan kebijakan bank sentral lainnya.

utang prancis jadi sorotan zona euro

para menteri keuangan zona euro dan pejabat bank sentral eropa (ecb) dilaporkan mengadakan pertemuan bulanan di luxembourg. salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kondisi fiskal prancis.

dalam materi sumber, gubernur bank sentral prancis emmanuel moulin disebut menilai situasi fiskal negaranya sangat serius, dengan proyeksi defisit sebesar 5,4%. ia juga disebut menolak intervensi ecb.

angka defisit tersebut perlu dilengkapi dengan periode proyeksi dan sumber resmi. identitas serta jabatan emmanuel moulin, termasuk atribusi pernyataannya, juga perlu diverifikasi sebelum publikasi.

perkembangan fiskal prancis penting bagi pasar karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap keberlanjutan utang pemerintah dan stabilitas pasar obligasi kawasan euro.

tabel kurs valuta asing v1

berikut daftar kurs bank beli dan bank jual sesuai data yang diterima. satuan kurs dan waktu pembaruan perlu dikonfirmasi kepada penyedia data.

mata uang bank beli bank jual
usd 17.875 17.945
sgd 13.937 14.036
hkd 2.274,98 2.289,52
chf 21.465 21.624
jpy 112,86 113,78
cad 12.554 12.642
cny 2.658,10 2.688,64
thb 529,06 536,84
sar 4.754,99 4.786,19
krw 13,16 13,61
myr 4.360,19 4.398,87
gbp 23.624 23.789
aud 12.427 12.523
nzd 10.002 10.084
eur 20.021 20.164

tabel kurs valuta asing v2

mata uang bank beli bank jual
sgd 1,2810 1,2799
hkd 7,8484 7,8465
chf 0,8319 0,8308
jpy 158,18 157,87
cad 1,4222 1,4211
cny 6,7172 6,6818
thb 33,7460 33,4650
sar 3,7550 3,7535
krw 1.355,82 1.319,80
myr 4,0950 4,0840
gbp 1,3231 1,3242
aud 0,6961 0,6971
nzd 0,5602 0,5613
eur 1,1213 1,1224

apa yang perlu dicermati investor?

ada tiga faktor utama yang patut diperhatikan pasar:

  • harga minyak: gangguan pasokan dapat meningkatkan tekanan inflasi dan biaya energi.
  • kebijakan the fed: ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi dolar as dan arus modal global.
  • kondisi fiskal zona euro: perkembangan utang prancis dapat memengaruhi sentimen terhadap aset eropa.

data harga minyak dan emas dalam materi ini belum mencantumkan satuan kontrak, bursa, atau waktu pencatatan. karena itu, angka us$91,11 untuk minyak dan us$4.140,25 untuk xau sebaiknya diberi label sesuai sumber aslinya.

bagi masyarakat dan investor, perubahan kurs maupun harga komoditas perlu dilihat bersama konteks pasar dan biaya transaksi. kurs bank juga dapat berbeda dari kurs tengah, kurs acuan, maupun harga yang tersedia di penyedia valuta asing lainnya.

Tag
Share