bacakoran.co

700 Personel Gabungan Gerebek Kampung Ambon & Boncos Jakarta Barat: 24 Orang Diamankan, Sabu hingga Busur!

Sarang Narkoba Legendaris Digerebek Kampung Ambon dan Boncos Sewakan Lapak plus Bong--X

BACAKORAN.CO – Dua kampung yang sudah lama dikenal sebagai kawasan rawan peredaran narkoba di Jakarta Barat digerebek secara serentak oleh aparat gabungan pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Sebanyak sekitar 700 personel dari Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, BNN, TNI, dan Satpol PP menyisir Kampung Ambon di Cengkareng serta Kampung Boncos di Palmerah.

Hasilnya, 24 orang diamankan (16 di Ambon dan 8 di Boncos), sementara barang bukti sabu, ganja, etomidate, puluhan bong, timbangan, hingga senjata tajam berupa panah, tombak, dan busur berhasil disita.

Operasi ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri dalam pemberantasan sarang narkotika.

BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun, Kolom Abu 250 Meter, Status Tetap Level II Waspada

Video dokumentasi operasi yang beredar luas di media sosial X, termasuk yang dibagikan akun @yaniarsim pada 9 Oktober 2026, memperlihatkan suasana tegang di gang-gang sempit.

Sejumlah orang terlihat berusaha kabur, bahkan ada yang melompat ke sungai sebelum berhasil diborgol.

Fakta di lapangan menunjukkan adanya praktik sewa lapak dan alat hisap (bong) yang memudahkan aktivitas konsumsi narkoba di tempat.

Kampung Ambon dan Kampung Boncos sebagai Kawasan Rawan

Kampung Ambon dan Kampung Boncos bukan nama baru dalam peta kriminalitas narkoba Jakarta.

BACA JUGA:Detik-Detik Paman Botok Siram Air Mineral ke Jubir PN Pati, Dipicu Tuduhan Pemerasan!

Kedua kawasan ini sudah berulang kali menjadi sasaran razia dalam satu dekade terakhir.

Di Indonesia, status “kampung narkoba” untuk lokasi serupa biasanya bertahan bertahun-tahun hingga puluhan tahun jika tidak ada penanganan terpadu yang berkelanjutan, mulai dari penegakan hukum, rehabilitasi hingga perbaikan sosial-ekonomi masyarakat setempat.

Kampung Ambon di wilayah Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah memiliki karakteristik padat, gang sempit, serta keberadaan rumah kontrakan dan lapak yang mudah disewakan untuk aktivitas ilegal.

Polisi menemukan fakta bahwa di lokasi tersebut terdapat praktik menyewakan tempat beserta bong (alat hisap sabu).

700 Personel Gabungan Gerebek Kampung Ambon & Boncos Jakarta Barat: 24 Orang Diamankan, Sabu hingga Busur!

Deby Tri

Deby Tri


bacakoran.co – dua kampung yang sudah lama dikenal sebagai kawasan rawan peredaran narkoba di jakarta barat digerebek secara serentak oleh aparat gabungan pada jumat, 9 oktober 2026.

sebanyak sekitar 700 personel dari bareskrim polri, ditresnarkoba polda metro jaya, bnn, tni, dan satpol pp menyisir kampung ambon di cengkareng serta kampung boncos di palmerah.

hasilnya, 24 orang diamankan (16 di ambon dan 8 di boncos), sementara barang bukti sabu, ganja, etomidate, puluhan bong, timbangan, hingga senjata tajam berupa panah, tombak, dan busur berhasil disita.

operasi ini merupakan tindak lanjut perintah presiden prabowo subianto dan kapolri dalam pemberantasan sarang narkotika.

video dokumentasi operasi yang beredar luas di media sosial x, termasuk yang dibagikan akun @yaniarsim pada 9 oktober 2026, memperlihatkan suasana tegang di gang-gang sempit.

sejumlah orang terlihat berusaha kabur, bahkan ada yang melompat ke sungai sebelum berhasil diborgol.

fakta di lapangan menunjukkan adanya praktik sewa lapak dan alat hisap (bong) yang memudahkan aktivitas konsumsi narkoba di tempat.

kampung ambon dan kampung boncos sebagai kawasan rawan

kampung ambon dan kampung boncos bukan nama baru dalam peta kriminalitas narkoba jakarta.

kedua kawasan ini sudah berulang kali menjadi sasaran razia dalam satu dekade terakhir.

di indonesia, status “kampung narkoba” untuk lokasi serupa biasanya bertahan bertahun-tahun hingga puluhan tahun jika tidak ada penanganan terpadu yang berkelanjutan, mulai dari penegakan hukum, rehabilitasi hingga perbaikan sosial-ekonomi masyarakat setempat.

kampung ambon di wilayah cengkareng dan kampung boncos di palmerah memiliki karakteristik padat, gang sempit, serta keberadaan rumah kontrakan dan lapak yang mudah disewakan untuk aktivitas ilegal.

polisi menemukan fakta bahwa di lokasi tersebut terdapat praktik menyewakan tempat beserta bong (alat hisap sabu).

barang haram juga disembunyikan di kos-kosan, di dalam motor, bahkan di tempat-tempat tersembunyi lainnya.

“yang jelas kita dapati saat ini tadi secara fakta ada lapak, ada yang menyewakan bong-bong tersebut, kemudian ada yang menyimpan di kos-kosan, ada yang menyimpan di dalam motor, dan lain-lain,” ujar direktur reserse narkoba polda metro jaya kombes pol bismo teguh prakoso di lokasi.

kronologi operasi 9 oktober 2026

operasi digelar secara simultan di dua titik pada pagi hari.

kekuatan personel mencapai sekitar 700 orang yang terdiri dari brimob, dalmas, unit narkoba dari mabes polri dan polda, tni, serta satpol pp.

direktur tindak pidana narkoba bareskrim polri brigjen kristian parluhutan siagian menegaskan bahwa kegiatan ini menindaklanjuti perintah presiden dan kapolri.

penggerebekan di kampung ambon sempat diwarnai aksi kejar-kejaran.

“di kampung ambon khususnya ini ya, kita temukan orang-orang yang berusaha lari, ya. ada yang ke sungai tadi, kemudian kita lakukan pengamanan, ya. kita borgol,” kata kombes bismo.

dari total 24 orang yang diamankan, semuanya masih dalam tahap penyelidikan.

mereka akan menjalani tes urine untuk menentukan status pengguna atau pengedar. bagi yang terbukti pecandu, pendekatan rehabilitasi akan diprioritaskan.

barang bukti yang berhasil diamankan meliputi sabu, ganja, etomidate, timbangan, alat isap (bong), serta senjata tajam berupa panah, tombak, dan busur.

temuan senjata tajam ini menambah dimensi keamanan di kawasan tersebut.

kombes bismo menekankan bahwa penanganan tidak hanya sebatas penindakan.

“yang pertama kalau pengguna kita akan rehab, kita akan pulihkan, karena mereka adalah korban penyalahgunaan. kemudian untuk operasi ini akan terus kita lakukan, tidak hanya insidental, tapi juga kita lakukan upaya-upaya dialogis, humanis, ngobrol.”

pihak kepolisian berencana melanjutkan operasi ke lokasi rawan lainnya setelah mematangkan teknik dan kekuatan personel.

Tag
Share