Tim Beregu Indonesia Terhenti di Semifinal BWF World Junior Team Championships 2026
Tim Indonesia penuhi target lolos semifinal di BWF World Junior Team Championships 2026-PBSI-
"Kami akan mempersiapkan lagi kondisi fisik dan mental anak-anak, terutama dari sisi taktik dan strategi, untuk membawa mereka berprestasi di nomor perorangan atau individu," jelasnya.
"Saya katakan sebelum berangkat, dengan posisi dan komposisi yang kita bawa serta ranking yang dimiliki anak-anak, target awal kita memang semifinal," lanjutnya.
"Tentu kami ingin lebih, tetapi kalau melihat di atas kertas maupun di lapangan tadi, kami juga harus mengapresiasi lawan yang tampil baik. Mereka mampu mempersiapkan diri secara mental dan harus kami akui mereka tampil lebih baik daripada kami," tegasnya.
"Pada akhirnya, pencapaian ini sesuai dengan target awal yang kita canangkan. Namun, tentu rasanya belum cukup karena kami ingin memberikan lebih bagi masyarakat yang sudah memberikan dukungan luar biasa. Terutama para badminton lovers yang hadir langsung di arena, juga yang mendukung melalui doa dan harapan di media sosial. Kami tahu semuanya," ujarnya.
BACA JUGA:2 Ganda Campuran Lolos Babak 16 Besar Badminton Asia Championship 2026
Eskar pun mengucapkan terima kasih atas semua doa, dukungan, dan harapan dari seluruh badminton lovers. Dia juga memohon maaf karena baru bisa memberikan medali perunggu di nomor beregu.

Tim Indonesia terhenti di semifinal BWF World Junior Team Championships 2026-PBSI-
"Namun, kami akan kembali menyusun kesiapan anak-anak untuk bertarung dan berjuang lagi di nomor perorangan," jelasnya.
"Seperti yang kami sampaikan sebelum berangkat, kami berharap tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran mampu berjuang untuk mendapatkan medali di sini. Namun, kami juga berharap tunggal putri, dengan progres yang kita lihat dari penampilan Jolin dan Mayla yang sangat impresif, bisa tampil maksimal di nomor perorangan, bermain lebih lepas lagi, dan membawa pulang medali," terangnya.
"Untuk ganda putri, kami akan fokus pada kesiapan mental serta taktik dan strategi. Kita berharap mereka juga bisa membuat kejutan di nomor ganda putri," lanjutnya.
"Kami berharap bisa meraih medali di tunggal putra. Joe sudah meraih medali perak di AJC, artinya kita berharap setidaknya dia bisa mempertahankan prestasi tersebut. Syukur-syukur bisa meningkatkan prestasinya. Tentu persaingannya memang lebih berat di sini," tegasnya.
BACA JUGA:Raymond/Joaquin Lebih Percaya Diri di Orleans Masters badminton 2026
"Memang berbeda dengan nomor beregu yang menggunakan format game 11 poin, di nomor perorangan, kita kembali bermain dengan format baru, yaitu 15 poin. Saya kira peluang anak-anak sangat terbuka untuk meraih medali di sini," tukasnya.
Sementara itu, tungga putra Indonesia Fardhan Rainanda Joe mengatakan bahwa kekalahan diterima karena kurang siap mengantisipasi perubahan strategi lawan. Lawan bermain lebih agresif dibandingkan game pertama.
"Untuk tim Indonesia, cukup bagus. Semuanya juga bermain baik dan punya rasa tidak mau kalah. Buat tim ini, ke depannya mungkin bisa lebih baik lagi dan bisa menjadi juara di turnamen apa pun. Mungkin evaluasinya, kami harus lebih siap lagi di setiap turnamen dan lebih kompak," jelasnya.
