Aksi Protes Pecah di Yerusalem, Netanyahu Didesak Mundur Akibat Gencatan Senjata Gaza

Minggu 19 Jan 2025 - 18:48 WIB
Reporter : Ainun
Editor : Ainun

Ancaman ini meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, dengan banyak pihak menunggu apakah Israel akan bertindak bijak atau justru mengabaikan kesepakatan yang sudah ada.

Dukungan Iran terhadap Houthi menambah dimensi geopolitik yang lebih besar dalam konflik ini.

BACA JUGA:Gencatan Senjata Hanya Ilusi? Israel Gempur Gaza, Houthi Siap Balas Dendam!

Jika serangan Houthi terjadi, ini bisa memicu konflik yang lebih luas, dengan dampak besar bagi kawasan Timur Tengah  

Israel kini berada di persimpangan. Jika mereka melanggar gencatan senjata, mereka berisiko menghadapi serangan rudal dan drone dari Houthi, yang siap menggempur infrastruktur strategis Israel.

Sebaliknya, jika perdamaian berhasil dijaga, ini bisa menjadi langkah besar menuju stabilitas di kawasan.

Dunia kini menunggu keputusan Israel yang dapat mengubah peta konflik di Timur Tengah.

BACA JUGA:Update! 7 Fakta Baru Menarik Gencatan Senjata Israel-Hamas, Mimpi Perdamaian atau Sekadar Janji?

Gencatan senjata Gaza yang rapuh kini menjadi taruhan besar.

Jika dilanggar, Israel dapat menghadapi Gaza II yang lebih mematikan.

Padahal, sebelumnya kedua belah pihak telah menyepakati gencatan senjata yang direncanakan mulai berlaku pada Minggu mendatang.

Menurut laporan mediator Qatar, gencatan senjata ini mencakup pertukaran 33 sandera Israel dengan tahanan Palestina.

BACA JUGA:Gencatan Senjata Hanya Ilusi? Israel Gempur Gaza, Houthi Siap Balas Dendam!

Kesepakatan tersebut bahkan disebut-sebut berpotensi menjadi langkah awal menuju perdamaian permanen.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum menggelar sidang kabinet untuk mengambil keputusan final terkait gencatan senjata tersebut.

Netanyahu berdalih bahwa Hamas belum memenuhi seluruh syarat yang ditetapkan Israel.

Kategori :