Heboh! Rakyat Indonesia Diprediksi Bakal Dipenuhi Lansia, Anak Muda Banyak Hilang Karena Beberapa Hal Ini

Rabu 12 Feb 2025 - 14:16 WIB
Reporter : Yudha IP
Editor : Yudha IP

Ungkapannya memberikan gambaran bahwa di negara tersebut, seseorang bisa bekerja tanpa dibatasi oleh angka usia, sebuah konsep yang kontras dengan realitas di Indonesia.

Dengan emosi yang terasa meluap-luap, Bunda Corla melanjutkan kritiknya terhadap kebijakan Indonesia.

Dia dengan tegas menyebut bahwa Indonesia ketinggalan zaman karena masih mempertahankan batas usia 25 tahun dalam mencari pekerjaan.

BACA JUGA:Pengangguran Butuh Ini! Peluang Pekerjaan di Palembang, 4 Sumber Lowongan Kerja Terbaik

Baginya, ini menjadi alasan tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. "Indonesia ketinggalan zaman, masih aja mikirin umur. 

Makanya banyak pengangguran, makanya Indonesia enggak kaya-kaya penduduknya miskin semua.

Karena apa? Karena pemerintahnya memiskinkan rakyatnya sendiri," ucapnya dengan nada tajam.

Bunda Corla, yang kini menetap dan bekerja di Jerman, menjelaskan bahwa usia seharusnya bukanlah parameter utama dalam menilai potensi seseorang. 

Baginya, kesempatan kerja seharusnya diberikan berdasarkan kemampuan dan semangat individu. "Bagaimana manusia bisa berkembang dengan hidupnya, bagaimana bisa maju dengan ekonomi, itulah pepatah yang kaya makin kaya yang miskin makan t*i," ujarnya dengan penuh semangat. 

Argumentasinya menciptakan pemikiran mendalam tentang relevansi batas usia dalam dunia kerja yang terus berkembang.

BACA JUGA:Pengangguran Berkurang Dengan Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Jutaan Rupiah

Pertanyaan penting muncul: apakah batas usia kerja benar-benar mencerminkan potensi seorang?

Dalam konteks Indonesia, di mana tradisi bertabrakan dengan tuntutan zaman, pertanyaan ini semakin mendesak.

Serta kebijakan batas usia yang masih dipegang teguh oleh Indonesia.

Apakah negara ini akan terus mempertahankan norma lama, ataukah saatnya melibatkan perspektif baru untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih inklusif?

Dengan mengikuti jejak pernyataan Bunda Corla, kita diajak untuk merenung tentang arah ketenagakerjaan di Indonesia.

Kategori :