Suka Meninggalkan Puasa Ramadhan Karena Kelalaian, Fidyah atau Qadha? Ini Penjelasan Buya Yahya

Rabu 19 Feb 2025 - 05:00 WIB
Reporter : Ainun
Editor : Ainun

BACA JUGA:Mau Puasa Arafah Tapi Masih Punya Utang Qadha Ramadhan, Begini Jawaban Ustadz Adi Hidayat…

BACA JUGA:5 Kurma Premium Bebas Afiliasi Israel untuk Ramadhan 2025, Lezat, Murah, dan Bikin Puasa Tambah Berkah!

Jika seseorang tidak mampu untuk langsung mengqadha dalam waktu dekat, mereka bisa melakukannya secara bertahap.

Misalnya, mengqadha puasa dengan berpuasa Senin-Kamis atau pada hari-hari tertentu lainnya.

Buya Yahya memberi contoh, jika seseorang telah meninggalkan puasa selama 15 tahun.

Mereka bisa mengqadha puasa tersebut secara bertahap.

BACA JUGA:Ramadan Sebentar Lagi, Ternyata Ini 5 Menu Sahur dan Buka Puasa yang Aman untuk Pengidap Gerd, Wajib Konsumsi!

BACA JUGA:6 Rekomendasi Sirup Halal yang Menyegarkan & Bebas Afiliasi Israel, Auto Semangat Berpuasa dengan Tenang Nih

Dengan cara berpuasa beberapa hari dalam sebulan atau mengqadha puasa pada hari-hari yang telah ditentukan.

Dengan cara ini, seseorang bisa menyelesaikan utang puasanya secara perlahan tanpa harus terbebani.

Bagaimana jika Tidak Mampu Mengqadha?

Jika seseorang tidak mampu mengqadha puasa karena alasan tertentu.

Seperti kondisi kesehatan yang memburuk atau ketidakmampuan fisik lainnya, mereka diwajibkan untuk membayar fidyah.

BACA JUGA:Jarang Diketahui! Cara Menghitung Fidyah atau Denda Puasa yang Bertahun-Tahun Terlewat, Simak Kata Buya Yahya

BACA JUGA:Lupa Jumlah Utang Puasa? Ini Cara Mudah Menggantinya Menurut Ustaz Adi Hidayat, Kuy Cobain Sebelum Terlambat!

Fidyah adalah pembayaran berupa makanan untuk orang miskin yang setara dengan satu hari puasa yang ditinggalkan.

Namun, Buya Yahya menjelaskan bahwa fidyah hanya berlaku bagi mereka yang benar-benar tidak mampu mengqadha puasa.

Kategori :