Untuk mendukung arus mudik 2025, ASDP menyiapkan sembilan lintasan utama yang dipantau secara nasional, seperti Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, dan lainnya.
ASDP juga menyiapkan pelabuhan tambahan seperti Ciwandan–Wika Beton dan Bojonegara–Muara Pilu untuk mengurangi kepadatan di lintasan utama.
BACA JUGA:Cek Daftar Harga Tiket Bus PO Lorena Buat Mudik Lebaran 2025, Jangan Sampai Kantong Jebol!
BACA JUGA:Auto Lancar! Cek Lokasi SPKLU di Tol Trans Sumatera Buat Ngecas Mobil Listrik Mudik Lebaran 2025
Dengan perkiraan penumpang mencapai 4,56 juta orang dan 1,13 juta unit kendaraan, ASDP mengoperasikan 68 dermaga, 56 milik ASDP dan 12 non-ASDP.
Sebanyak 203 kapal disiapkan terdiri dari 59 kapal ASDP Group dan 144 kapal reguler non-ASDP.
Pengaturan Operasional Kendaraan
Strategi pengaturan operasional kendaraan disusun untuk mengurangi kepadatan.
Pada arus mudik dari Jawa ke Sumatera, kendaraan kecil dan bus diarahkan melalui Pelabuhan Merak sementara sepeda motor dan truk Golongan VB dan VIB melalui Pelabuhan Ciwandan.
Truk Golongan VII hingga IX dialihkan ke Pelabuhan Bandar Bakau Jaya.
Untuk arus balik dari Sumatera ke Jawa, sepeda motor, mobil, dan bus dilayani di Pelabuhan Bakauheni sedangkan truk dialihkan melalui Pelabuhan Wika Beton dan Bandar Bakau Jaya.
Sebagai bagian dari digitalisasi tiket ferry kini hanya dapat dibeli secara online melalui aplikasi atau situs Ferizy.
Tiket dapat dipesan sejak H-60 hingga H-1 sebelum keberangkatan.
Pengguna jasa diharapkan melakukan check-in sesuai jadwal untuk menghindari kepadatan di pelabuhan.
"Dengan sistem tiket online dan kepatuhan jadwal keberangkatan, kami berharap mudik tahun ini lebih tertib dan nyaman," Tutur Shelvy Arifin, Corporate Secretary ASDP.
ASDP berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih baik dan terjangkau bagi masyarakat yang hendak merayakan Lebaran di kampung halaman.