Saat bertemu istri almarhum, barulah semuanya terbongkar.
BACA JUGA:Benarkah Minal Aidin Wal Faizin Hanya Tradisi? Ini Kata Ustaz Felix Siauw
Sang istri menangis sambil berkata, "Semoga Allah merahmatimu, wahai Wali Allah..."
Wah, ini langsung bikin Sultan Murad IV syok.
Gimana bisa orang yang dicap buruk oleh masyarakat ternyata adalah wali Allah?
Sultan Murad pun bertanya kenapa wanita itu menyebut suaminya sebagai wali Allah, padahal masyarakat mengenalnya sebagai orang fasik.
Sang istri pun bercerita bahwa setiap malam, suaminya memang sengaja membeli minuman keras tapi bukan untuk diminum.
Ia justru membuangnya ke toilet agar mengurangi peredaran minuman haram.
Tidak hanya itu, pria tersebut juga sering mendatangi tempat pelacuran.
Tapi bukan untuk berbuat maksiat. Ia membayar para wanita malam itu agar menutup pintu rumah mereka dan tidak menerima tamu semalaman.
Ia berkata, “Malam ini kalian sudah saya bayar, jadi tidak usah ‘bekerja’,”