Setiap kali pulang ke rumah, ia berkata pada istrinya, “Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa kaum muslimin.”
Tapi orang-orang sekitar hanya melihatnya membawa miras dan keluar masuk tempat pelacuran.
Mereka tidak tau maksud sebenarnya.
BACA JUGA:Apakah Ada Tradisi Ziarah Kubur saat Lebaran dalam Islam? Ini Pesan dari Ustaz Adi Hidayat
Istrinya pernah berkata, “Nanti kalau kamu mati, tidak ada yang mau mensalati kamu.”
Tapi pria itu yakin, “Kalau aku mati, aku akan disalati oleh sultanku, kaum muslimin, para ulama, dan para wali.”
Mendengar kisah itu, Sultan Murad menangis.
Ia kemudian mengungkapkan jati dirinya dan berkata, “Benar, aku Sultan Murad, dan besok pagi aku sendiri yang akan memandikan dan mensalati jenazah ini.”
BACA JUGA:Steven Wongso Kekasih Arafah Resmi Mualaf Dipandu Ustaz Felix Siauw: Setahun Kemarin Kontak Saya
Akhirnya, jenazah pria yang selama ini dianggap hina itu dimuliakan, disalatkan oleh para ulama dan wali, serta dimakamkan secara terhormat.
Kisah mengajarkan kita agar jangan gampang nge-judge orang cuma dari luarnya aja.
Kadang yang terlihat buruk, justru punya niat mulia.
Dan yang kita kira baik, belum tentu benar.