Tarif Dagang AS Naik 32 Persen, Indonesia Nggak Tinggal Diam! Ini Strategi Airlangga Biar Ekonomi Tetap Aman

Minggu 06 Apr 2025 - 10:13 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Pemerintah Amerika Serikat lagi-lagi bikin heboh dunia perdagangan global.

Kali ini, Presiden AS kembali menetapkan tarif dagang baru sebesar 32 persen yang bikin banyak negara waspada, termasuk Indonesia.

Tapi tenang, Indonesia nggak cuma duduk manis aja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, langsung turun tangan dan bongkar strategi jitu buat hadapi situasi ini.

BACA JUGA:China Tak Mau Kalah! Balas Trump dengan Tarif Impor ke AS hingga 34 Persen, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

BACA JUGA:Tarif Dagang 32% Trump Picu Krisis, Strategi Baru Anindya Bakrie Hadapi Tantangan Ini

Menurut Airlangga, pemerintah sedang gercep (gerak cepat) menghitung seberapa besar dampak tarif dagang AS ke berbagai sektor ekonomi di Indonesia.

Mulai dari ekspor-impor, manufaktur, sampai pengaruhnya ke perekonomian nasional secara menyeluruh.

“Kita nggak tinggal diam. Ada banyak strategi yang sudah kita siapkan, termasuk negosiasi langsung dengan pemerintah AS,” ujar Airlangga saat diwawancara media pada Sabtu, 5 April 2025.

Langkah antisipatif ini bukan cuma untuk jangka pendek, tapi juga demi menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

BACA JUGA:Masih Diskon! Biaya Perjalanan dengan Tarif Arus Balik Lebaran 2025 di Tol Trans Jawa Mulai Rp300 Ribuan

BACA JUGA:Tarif 32% dari Trump, Prabowo Ngasih Instruksi Khusus Buat Kabinet Merah Putih, Apa Isinya?

Salah satunya, Airlangga bilang pemerintah bakal tetap fokus menjaga yield Surat Berharga Negara (SBN) supaya nggak gonjang-ganjing akibat ketidakpastian pasar global.

Nggak cuma itu, bareng Bank Indonesia, pemerintah juga bakal terus ngawal stabilitas nilai tukar Rupiah.

Tujuannya jelas: supaya bisnis di dalam negeri tetap jalan, pelaku usaha nggak megap-megap, dan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah badai global.

Kategori :