Menkes Siap Bongkar Alur Obat Bius yang Dipakai Pelaku Kekerasan Seksual di RSHS Bandung

Sabtu 12 Apr 2025 - 23:00 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

Ia juga menjelaskan bahwa kasus ini cukup rumit karena menyangkut dua lembaga besar: Kementerian Kesehatan dan institusi pendidikan.

BACA JUGA:Selain Pelecehan Seksual, Kedokteran UNPAD Terungkap Ada Skandal Kekerasan Fisik Sampai Main Kaki

BACA JUGA:Dokter PPDS RSHS Unpad Priguna Sempat Mau Kabur dari Hukum dengan Percobaan Bunuh Diri, Ini Buktinya!

“Kalau yang pelakunya pegawai kita, gampang, bisa langsung ditindak. Tapi ini murid fakultas kedokteran yang belajar di rumah sakit kita. Jadi perlu kerja sama dua pihak,” jelasnya.

Menurut Budi, sering kali saat muncul masalah seperti ini, kampus dan rumah sakit malah saling lempar tanggung jawab.

Karena itu, ia berencana bertemu langsung dengan Rektor Unpad untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas.

“Saya akan ngobrol langsung sama Rektor Unpad minggu ini. Kita harus duduk bareng dan cari akar masalahnya. Apakah SOP-nya sudah benar? Atau justru ada celah yang dimanfaatkan?” katanya.

BACA JUGA:Tega! Dokter PPDS UNPAD Diduga Suntik Korban 15 Kali demi Puaskan Fetish, Netizen: Harusnya Dicabut Gelar!

BACA JUGA:Terungkap Dugaan Dokter PPDS UNPAD Priguna Ambil Anastesi untuk Salurkan Fetish Seksual Orang Pingsan

Ia menekankan, evaluasi harus dilakukan dari hulu ke hilir mulai dari sistem pengawasan obat hingga tata kelola pendidikan kedokteran di rumah sakit.

Meskipun program residensi di RSHS dibekukan, Budi memastikan bahwa proses belajar para PPDS tetap bisa berjalan.

“Belajar nggak harus di satu rumah sakit. Mereka bisa pindah dulu ke rumah sakit lain. Tapi RSHS kita evaluasi dulu sampai tuntas,” tuturnya.

Langkah ini dilakukan agar kejadian serupa nggak terulang dan sistem pengawasan rumah sakit bisa lebih ketat.

BACA JUGA:Syok! Priguna Anugerah Dokter PPDS Anestesi Akui Punya Fetish Orang Pingsan, Polisi: Diakui Sendiri

BACA JUGA:Segini Gaji Dokter Residen, Viral Kasus Dokter PPDS Anestesi Unpad Rudapaksa Keluarga Pasien di RSHS Bandung

“Saya butuh waktu satu bulan untuk benar-benar mengecek semua celah. Nanti baru bisa kita ambil tindakan tegas,” pungkasnya.

Kategori :