Harga Kelapa Parut Naik Gila-Gilaan! Santan Jadi Barang Mewah, Ini Dalangnya!

Kamis 17 Apr 2025 - 14:04 WIB
Reporter : Ramadhan Evrin
Editor : Ramadhan Evrin

BACAKORAN.CO – Setelah Lebaran, harga kelapa parut bikin masyarakat geleng-geleng kepala.

Di dapur, santan jadi barang mahal.

Tapi, siapa sangka, penyebab utamanya justru datang dari tingginya ekspor kelapa ke luar negeri, terutama ke China!

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut lonjakan harga kelapa terjadi karena ekspor jauh melampaui kebutuhan dalam negeri.

BACA JUGA:Krisis Kelapa Makin Parah! Ribuan Pekerja di Riau Kena PHK, Harga Meroket, Industri Terancam Lumpuh

BACA JUGA:Gerabah Go Interbnasional! Indonesia Ekspor Perdana Produk Gerabah ke Jepang, Nilainya Lebih Dari Rp 1 Miliar

Akibatnya, pasokan di pasar lokal menyusut drastis, sementara permintaan tetap tinggi.

“Ekspor lebih tinggi dari kebutuhan dalam negeri. Akhirnya, pasokan berkurang dan harganya melambung,” ujar Budi di Kantor Kemendag, Kamis (17/4/2025).

Sebagai langkah penanganan, Kemendag berencana mempertemukan pelaku industri kelapa dengan eksportir serta para petani.

Tujuannya, mencari titik temu agar ekspor tetap jalan tapi pasar lokal tidak dikorbankan.

BACA JUGA:Ingin Kuasai Pasar Ekspor Dunia? Cobalah Budidaya Sarang Burung Ini, Nilai Ekspornya Rp 10 Triliun Per Tahun!

BACA JUGA:Cara Ternak Kambing Boerka, Jenis Pedaging Kualitas Ekspor, Keunggulan dan Keuntungan yang Jarang Diketahui!

“Kami cari kesepakatan yang adil. Kalau harga terlalu murah, petani dan eksportir rugi. Tapi kalau terlalu mahal, rakyat menjerit,” tambah Budi.

Seperti di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, terjadi kenaikan harga kelapa yang mencengangkan.

Kelapa kecil kini dijual Rp20.000, sedangkan yang besar tembus Rp25.000 per butir. Padahal sebelum Lebaran, harganya masih di kisaran Rp12.000 – Rp15.000 saja.

Kategori :