Tapi bagi Pak Usman, itu justru ladang perjuangan terakhir yang masih bisa ia jalani dengan penuh keteguhan hati.
BACA JUGA:Kisah Haru Yoga, Kurir di Palembang yang Kehilangan Motor dan 138 Paket, Kini Dibantu Wali Kota!
Di jalanan kota, ia bukan sekadar mencari sisa-sisa barang, tapi mengumpulkan secercah harapan dan martabat yang tak bisa dibeli.
Kisahnya menyadarkan kita jika kemiskinan bukan alasan untuk menyerah, dan usia bukan halangan untuk tetap berjuang.
Pak Usman, dengan motor tuanya, telah menjadi simbol nyata keteguhan hati dan harga diri dalam menghadapi kerasnya hidup.
Mari kita berhenti sejenak, bukan hanya untuk melihat, tapi juga mendengar suara hati yang disuarakan melalui deru motor tua dan langkah kaki renta.
BACA JUGA:Kisah Haru 146 WNI Overstay yang Akhirnya Dipulangkan dari Arab Saudi, Begini Prosesnya!
Karena dari Pak Usman, kita belajar jika hidup tak selalu tentang apa yang kita miliki, tapi seberapa besar kita bersyukur dan bertahan.
Ditulis oleh: Allisya Rafalya, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma Palembang sebagai tugas mata kuliah Menulis Naskah Berita, Televisi, dan Radio.