Budi Arie yakin bahwa digitalisasi adalah masa depan koperasi desa.
Dengan teknologi, koperasi bisa lebih berkembang, efisien, dan terpercaya.
Jadi bukan cuma sekadar urusan simpan-pinjam konvensional, tapi bisa jadi motor penggerak ekonomi digital di tingkat desa.
BACA JUGA:Mualaf Bukan Perkara Menikah, Hercules Mantan Preman Tanah Abang Mantap Masuk Islam Gara-gara Ini
“Kita harus perkuat sistem koperasi secara digital. Itu satu-satunya cara agar koperasi bisa tumbuh sehat dan tahan banting,” lanjut Budi Arie.
Program ini sekaligus jadi langkah strategis mendukung inklusi keuangan di desa-desa.
Dengan QRIS, koperasi bisa terhubung dengan sistem pembayaran nasional, dan warga desa makin mudah mengakses layanan keuangan modern.
Jadi, siap gak siap, semua Koperasi Desa Merah Putih harus go digital.
BACA JUGA:Makin Maju! Wapres Ungkap Perkembangan Penggunaan QRIS di Indonesia, Bikin Pihak Lain Panas
Dan QRIS jadi senjata utama buat bikin koperasi desa makin transparan, praktis, dan profesional.
Sebelumnya, Wakil presiden RI, Gibran Rakabuming Raka membeberkan Qris akan digunakan di Jepang dan Korea Selatan setelah sebelum telah dipakai Thailand, Malaysia dan Singapura.
Kabar ini disampaikan oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam keterangannya dan menegaskan bahwa Qris bukan hanya jago kandang tapi mampu ke level internasional.
"QRIS bukan hanya jago kandang, tapi sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan sebentar lagi di Jepang dan Korea Selatan,” ujar Gibran, dikutip Bacakoran.co dari Channel YouTube Gibran Rakabuming, Senin (19/5/2025).
BACA JUGA:Heboh Pemblokiran Rekening Massal, PPATK Beri Klarifikasi!