Salah satu korban lainnya adalah ED (28), warga Surabaya, yang merupakan teman komunitas MS.
Kepada ED, MS mengaku memiliki koneksi di perbankan dan menawarkan jasa penukaran uang sebesar Rp135 juta ke pecahan lebih kecil.
BACA JUGA:Polisi Grebek Wanita Pengedar Sabu, Sembunyikan Barang Bukti di Bungkus Rokok
Setelah uang ditransfer, pelaku menghilang tanpa jejak.
“MS sempat menyerahkan Rp40 juta sebagai bukti awal, namun ketika diminta sisanya, ia selalu mengelak dan bahkan sempat berpindah kos untuk menghilangkan jejak,” tambah Kompol Rizki.
Berdasarkan hasil interogasi, MS mengaku menggunakan uang hasil penipuan untuk kebutuhan pribadi.
Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Polisi Gadungan Aniaya Warga di Banyuwangi
Dalam kasus berbeda namun masih berkaitan dengan penipuan berkedok polisi, sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Banyuwangi.
Seorang warga bernama CH menjadi korban penganiayaan dan perampasan oleh sekelompok polisi gadungan yang mengaku berasal dari Mabes Polri.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Samtama Putra mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari persoalan pribadi yang dipicu oleh kekecewaan dalam transaksi kripto.
Komplotan yang berjumlah enam orang ini merencanakan aksi penyerangan terhadap korban dengan dalih penyelidikan kasus.
BACA JUGA:Waduh, Pegulat AS Peraih Emas Olimpiade ini Ditangkap Polisi
BACA JUGA:Mayat di Bawah Jalan Tol Kayuagung Diduga Sopir Fuso Asal Riau, Kernet Diburu Polisi