PSI memang sejak lama dikenal sebagai partai yang dekat dengan Jokowi.
BACA JUGA:BPJS Hewan di Jakarta, Inovasi Baru atau Sekadar Wacana?
BACA JUGA:Diskon Besar! Promo Tiket Perjalanan Libur Panjang yang Wajib Kamu Manfaatkan
Gaya komunikasi yang progresif, inklusif, serta fokus pada isu-isu milenial membuat PSI kerap dianggap sebagai "rumah politik baru" yang sejalan dengan semangat reformasi ala Jokowi.
Meski belum secara eksplisit menyatakan akan menjadi ketua umum atau tokoh utama di PSI, pernyataan Jokowi ini menjadi sinyal kuat arah politiknya ke depan.
Tak sedikit yang menilai bahwa kehadiran Jokowi di PSI akan memberikan kekuatan baru bagi partai yang masih tergolong muda itu, terutama menjelang Pemilu 2029.
Analis politik dari Lembaga Kajian Politik Nusantara, Dedi Pranowo, menyebut bahwa masuknya Jokowi ke PSI bisa mengubah peta politik nasional secara signifikan.
BACA JUGA:Duh! Justin Hubner Dapat Hadiah Mewah dari Prabowo, Harganya Bikin Melongo
“PSI bisa menjadi kendaraan politik alternatif bagi generasi muda jika Jokowi benar-benar terlibat aktif. Elektabilitas mereka bisa terdongkrak tajam,” kata Dedi dalam wawancaranya dengan media nasional, Sabtu (7/6/2025).
Dengan memilih tidak terlibat langsung dalam PPP dan mempersilakan tokoh lain untuk memimpin, Jokowi menunjukkan gaya politik yang menghargai regenerasi dan etika.
Ia tidak ingin menjadi sosok dominan di partai yang sudah memiliki struktur dan kaderisasi matang.
Sebaliknya, bergabung dengan PSI menunjukkan semangat Jokowi untuk membangun dari bawah, mendampingi generasi muda, dan mungkin bahkan mengawal reformasi politik dari luar kekuasaan.
BACA JUGA:Prabowo & Gibran Serahkan Sapi Kurban Jumbo di Istiqlal, Beratnya Bikin Takjub!
BACA JUGA:Dorong Pemerataan Industri, Kemenperin Siapkan Regulasi Baru Kawasan Industri Tertentu
Pernyataan Jokowi tentang pilihannya menolak menjadi Ketum PPP dan condong ke PSI bukan sekadar isu politik biasa.