"Sehingga operasional bisnis sehari-hari lebih efisien. Bahkan setelah integrasi dan terus memanfaatkan fitur-fitur yang ada di seller center baru, seperti iklan terintegrasi, penjualan kami meningkat dan followers serta kunjungan ke toko kami di kedua platform juga terus meningkat," terang Melissa.
BACA JUGA:Jelang Ramadan Tokopedia Hadirkan Lagi Ramadan Ekstra Seru, Jangan Ketinggalan Promonya!
Yoseph Putera, pemilik merek sepatu lokal asal Jawa Timur, UNERD Footwear, menyoroti dampak positif dari sinkronisasi stok otomatis.
“Yang paling terasa dampak positifnya adalah sinkronisasi stok otomatis. Contohnya, sebelumnya kami pernah mengalami over-sell produk karena di TikTok Shop dan
Tokopedia stok produk tidak sinkron. Namun sejak integrasi, stok kami jauh lebih stabil dan minim error, jadi customer experience juga meningkat karena pengiriman juga bisa lebih cepat dan tidak ada pembatalan karena stok kosong,” ujar Yoseph.
Setelah integrasi, Mutiara Nisa Rozdianda selaku pemilik Kurma Alif (bagian dari Kalaborasi Group) dan tim, mengaku sangat terbantu dengan berbagai fitur yang tersedia, seperti manajemen stok, pesanan, promosi, chat, dan dashboard dalam satu platform.
“Setiap fitur memiliki keunggulan masing-masing yang makin memudahkan kami sebagai pelaku usaha. Salah satunya dashboard yang memungkinkan pengelolaan dua kanal penjualan hanya dari satu tempat. Bagi kami, integrasi ini seperti omnichannel yang efektif, efisien, dan memudahkan para pelaku usaha untuk berjualan online,” ujar Mutiara.
Fitur unggulan dari pusat penjual terintegrasi ini mencakup:
1. Pengelolaan toko dan produk secara lebih efisien untuk dua platform sekaligus: Tokopedia dan TikTok Shop
2. Solusi pemasaran baru, seperti GMV Max
3. Akses ke ekosistem afiliasi dan live shopping
4. Menjangkau beragam segmen pasar dengan menawarkan berbagai produk dengan bervariasi harga dari berbagai kategori.