BACA JUGA:Hore! Libur Lebaran 8-20 April 2024, Siswa Masuk Kembali 22 April
BACA JUGA:Viral Video Siswa SD Nangis Gegara Tidak Lulus Sekolah, Netizen Marah: Harusnya Privasi!
Antrean Virtual Seperti “War Tiket”
Di wilayah Jawa Barat, antrean masuk ke situs SPMB bahkan sempat digambarkan seperti “war tiket konser”.
Beberapa orang tua menerima notifikasi bahwa mereka harus menunggu lebih dari empat jam untuk bisa mengakses halaman pendaftaran.
Meskipun waktu tunggu sebenarnya tidak selama itu, pengalaman ini tetap menimbulkan stres dan kebingungan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan sistem digital.
BACA JUGA:Gubernur Lampung Haramkan Komite Sekolah Pungut Iuran ke Wali Siswa, Sumsel Kapan?
BACA JUGA:Viral Bocah Putus Sekolah Rela Kayuh Sepeda dari Brebes ke Subang Demi Temui Dedi Mulyadi
Masalah lain yang muncul adalah kesulitan dalam mengunggah dokumen Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).
Banyak orang tua bingung karena sistem hanya menerima dokumen dengan QR code tertentu, yang ternyata baru muncul setelah tahapan pendaftaran tertentu selesai.
Harapan Akan Perbaikan Sistem
Gangguan teknis ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kesiapan infrastruktur digital pemerintah dalam mendukung proses pendidikan yang semakin terdigitalisasi.
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Hapus PR Sekolah, Benarkah Ini Solusi atau Masalah Baru?
Orang tua berharap agar sistem SPMB segera diperbaiki agar tidak menghambat hak anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Kalau sistemnya error terus, bagaimana nasib anak-anak kami?
Ini bukan sekadar soal teknologi, tapi soal masa depan,” ujar seorang warga Depok yang sudah dua hari gagal mengakses laman pendaftaran.
Apa Solusinya?
BACA JUGA:Geger Putusan MK! Pendidikan Gratis SD-SMP Buat Sekolah Swasta Bangkrut?