Jumlah janda muda di Majalengka mencapai hampir 3.000 orang dengan masalah ekonomi dan pernikahan di usia muda yang juga banyak mewarnai kasus-kasus perceraian di daerah ini..
8. Serang, Banten (±3.000 Janda Muda)
Kota Serang berada di posisi kedelapan dengan jumlah janda muda sekitar 3.000 orang.
Sebagai ibu kota provinsi Banten, Serang menghadapi tantangan urbanisasi yang cepat.
Mayoritas perceraian terjadi pada pasangan usia 30 hingga 35 tahun.
BACA JUGA:Uswatun Hasanah 2 Kali Menjanda, Asmaranya Berakhir Tragis Ditangan Antok
BACA JUGA:Janda Cantik Ini Ditemukan Tewas Dalam Koper di Ngawi, Kepalanya Dimutilasi
7. Tegal, Jawa Tengah (3.200–3.400 Janda Muda)
Tegal, yang terkenal dengan warung makannya dan aksen khasnya, ternyata menyimpan kenyataan lain.
Dengan jumlah janda muda antara 3.200 hingga 3.400 orang, daerah ini masuk ke dalam jajaran 10 besar di Pulau Jawa.
Ketidakcocokan dan ketidakstabilan ekonomi menjadi faktor dominan di balik tingginya angka perceraian di Tegal.
6. Pemalang, Jawa Tengah (3.400–3.600 Janda Muda)
Pemalang menduduki posisi keenam dengan kisaran jumlah janda muda mencapai 3.400 hingga 3.600 orang.
Sama seperti daerah lainnya di Jawa Tengah, Pemalang mengalami peningkatan kasus perceraian dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan pasangan muda.
Faktor pertengkaran terus-menerus dan masalah finansial kerap menjadi penyebab.
BACA JUGA:Janda 2 Anak Asal Blitar Jadi Korban Mutilasi di Ngawi, Ini Kronologinya
BACA JUGA:Heboh! Abu Janda Minta Gus Miftah Diganti Tokoh Non Islam, PBNU: NU Ormas Paling Terkenal Toleran
5. Banyuwangi, Jawa Timur (3.500–4.000 Janda Muda)
Dikenal sebagai 'The Sunrise of Java', Banyuwangi ternyata memiliki jumlah janda muda yang cukup banyak.
Sebanyak 3.500 hingga 4.000 perempuan muda di daerah ini berstatus janda. Di daerah ini, cerai gugat oleh pihak istri mendominasi kasus perceraian.