Kondisi sosial ekonomi dan pola pikir tentang pernikahan menjadi faktor dominan.
4. Brebes, Jawa Tengah (4.000–4.200 Janda Muda)
Brebes terkenal dengan produksi bawangnya, namun siapa sangka wilayah ini juga memiliki angka janda muda yang tinggi.
Kemiskinan dan minimnya pendidikan formal menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka perceraian di Brebes.
BACA JUGA:Venna Melinda Kini Resmi Menyandang Status Janda, Ini Alasan Gugatan Cerainya Dikabulkan PA Jaksel!
BACA JUGA:Suswono Minta Maaf Terkait Pernyataan 'Janda Kaya Harus Nikahi Pria Pengangguran': Hanya Guyonan
Dengan jumlah antara 4.000 hingga 4.200 orang, Brebes menjadi salah satu daerah yang perlu diberikan edukasi keluarga lebih intensif kepada masyarakatnya.
3. Banyumas, Jawa Tengah (4.200–4.500 Janda Muda)
Banyumas berada di posisi ketiga dalam daftar ini. Jumlah janda muda mencapai 4.200 hingga 4.500 orang.
Meski dikenal sebagai kota yang tenang dan sejuk, ternyata banyak pasangan muda di Banyumas yang gagal mempertahankan rumah tangga.
2. Cilacap, Jawa Tengah (3.800–4.500 Janda Muda)
Cilacap menempati posisi kedua dengan angka janda muda yang sangat tinggi, yakni 3.800 hingga 4.500 orang.
BACA JUGA:Kabar Terbaru! Menpan RB Tetapkan Urutan Kelulusan Pelamar PPPK Guru 2024, ini Detailnya
Cilacap menjadi gambaran nyata bahwa kestabilan rumah tangga di usia muda masih menjadi tantangan besar di masyarakat Jawa Tengah.
Perceraian di wilayah ini banyak dipicu oleh faktor ekonomi dan kurangnya komunikasi antar pasangan.
1. Garut, Jawa Barat (4.000–5.000 Janda Muda)
Peringkat pertama sebagai daerah dengan jumlah janda muda terbanyak di Pulau Jawa adalah Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dengan jumlah yang menyentuh angka 5.000 orang, Garut mencatat rekor tertinggi.