Penjaringan Terendam Lagi! Banjir Rob Capai 85 cm, Aktivitas Warga Lumpuh

Selasa 24 Jun 2025 - 10:09 WIB
Reporter : Puput
Editor : Puput

Menurut warga setempat, banjir rob kini datang tanpa peringatan.

Jika dulu hanya terjadi saat bulan purnama, kini air laut bisa naik kapan saja.

“Dulu bisa diprediksi, sekarang enggak.

Tiba-tiba aja air masuk,” ujar Hasanudin, Ketua RT 4 RW 22.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Banjir rob ini berdampak besar pada ekonomi warga.

Banyak usaha kecil terpaksa tutup, dan warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan dasar.

Air sumur menjadi tidak layak pakai, memaksa warga membeli air bersih.

“Satu pikulan air Rp5.000, sehari bisa habis Rp30.000,” kata Pujianti, warga Muara Angke.

Upaya Penanggulangan Masih Terbatas

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengerahkan personel BPBD, Dinas SDA, dan Gulkarmat untuk menyedot genangan dan memastikan saluran air berfungsi.

Namun, warga menilai upaya ini belum cukup. Pembangunan tanggul laut NCICD masih dalam tahap awal, dan warga hanya bisa berharap proyek ini segera rampung.

Harapan Warga: Tanggul yang Nyata, Bukan Janji

Warga seperti Teni dan Hasanudin sudah terlalu sering berurusan dengan air laut yang datang tanpa permisi.

Mereka kini menggantungkan harapan pada pembangunan tanggul yang benar-benar bisa melindungi kawasan mereka.

“Kami cuma ingin satu: air laut jangan lagi masuk ke rumah kami,” ujar Teni dengan nada lelah.

Tips Menghadapi Banjir Rob

1. Unduh aplikasi prediksi pasang surut seperti “Tides” untuk memantau potensi rob.

2. Siapkan perlengkapan darurat seperti batako untuk mengganjal perabot, senter, dan makanan instan.

3. Gunakan alas tinggi atau loteng untuk menyimpan barang penting.

Kategori :