Melihat kondisi MI yang sudah sangat kritis dan kesakitan, Sanin segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin.
BACA JUGA:Tegas! Perangi Korupsi, Prabowo Ambil Langkah Ini Demi Wujudkan Indonesia Maju
"Saya tidak menunggu ambulans. Saya sendiri yang antar, karena kondisinya sudah sangat lemah," imbuhnya.
MI diketahui tinggal bersama L, anak kandungnya, setelah berpisah dari sang suami.
Sejak ditinggal kakaknya yang sudah menikah dan berpindah rumah, MI dan L tinggal hanya berdua.
Meski tinggal di lingkungan yang cukup padat dan ramai, keluarga ini dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
BACA JUGA:Prabowo Resmikan 55 Proyek Energi Terbarukan, Indonesia Kian Dekat dengan Swasembada Energi!
“Ibu MI sebenarnya punya usaha warung kecil. Setiap pagi beliau pergi ke toko, dan biasanya pulang saat hari mulai gelap. Jadi memang interaksinya dengan tetangga sangat terbatas,” tambah Sanin, menjelaskan karakter korban.
Pasca kejadian, setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit, MI kemudian dipindahkan ke rumah anaknya yang lain di wilayah Rawalumbu, untuk pemulihan sekaligus perlindungan lebih lanjut.
Kejadian ini tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga trauma mendalam baik bagi korban maupun masyarakat setempat yang tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi di lingkungan mereka sendiri.
Hingga saat ini, motif pasti di balik aksi penganiayaan keji tersebut masih belum diketahui.
BACA JUGA:Hati-Hati! Penjual Ponsel Ini Rugi Rp5 Juta karena Uang Palsu, Begini Kejadiannya
Aparat kepolisian dari Polsek Jatiasih dan Polres Metro Bekasi Kota masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap latar belakang peristiwa yang mengguncang warga ini.