Pemeriksaan Telinga – Pemeriksaan pendengaran dan kesehatan telinga.
Skrining Gizi – Menilai status gizi anak, termasuk potensi stunting atau obesitas.
Edukasi Kesehatan – Informasi tentang hidup bersih, imunisasi, dan kebiasaan sehat lainnya.
BACA JUGA:Viral! Forklift Hancur Tertabrak KA di Surabaya, Lokomotif Kereta Rusak dan Penumpang Terdampak
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Ganti Nama RSUD Al-Ihsan Jadi RSUD Welas Asih, Netizen Kritik: Buang-buang Biaya!
Hingga awal Juli 2025, program Cek Kesehatan Gratis sudah menjangkau 11 juta orang dengan kecepatan rata-rata 200 ribu pemeriksaan per hari, atau sekitar 5 juta orang per bulan.
Untuk mengejar target 52 juta siswa, Menkes menegaskan bahwa pelaksanaan di sekolah menjadi langkah paling strategis.
Kemenkes juga telah berkoordinasi erat dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi guna memastikan pemeriksaan berlangsung lancar di setiap sekolah.
Orang tua dan pihak sekolah diimbau untuk aktif mendukung program ini, termasuk memastikan kehadiran siswa sesuai jadwal pemeriksaan yang telah ditentukan.
BACA JUGA:Harga Beras Melonjak! Ini Dampak Langsung dari Kenaikan Harga Gabah Petani
BACA JUGA:Sweeping Jam Malam Anak di Surabaya Dimulai! Ini Aturan dan Sanksinya
“Program ini bukan hanya soal pemeriksaan, tapi investasi masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global,” tegas Menkes Budi.
Program Cek Kesehatan Gratis 2025 adalah tonggak besar dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan kuat.
Dengan pemeriksaan menyeluruh di sekolah, pemerintah berharap tidak hanya mendeteksi penyakit lebih awal, tapi juga menanamkan pola hidup sehat sejak usia dini.