Berbuntut Panjang, Pihak Brazil Ancam Tuntut Indonesia Terkait Kematian Juliana Marins di Gunung Rinjani

Jumat 04 Jul 2025 - 21:26 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Kasus kematian Juliana Marins masih menjadi polemik dan pihak Brazil meminta keluarga korban mendukung penyelidikan internasional.

Dilansir dari Folha de S.Paulo, Jumat (4/7/2025), pembela menyatakan bahwa, jika terbukti tidak ada penyelidikan atau akuntabilitas oleh pihak berwenang Indonesia.

Brasil dapat membuka penyelidikannya sendiri, melalui Kepolisian Federal, berdasarkan prinsip yurisdiksi ekstrateritorial.

"Kami telah meminta Kepolisian Federal membuka penyelidikan untuk menyelidiki kemungkinan kelalaian dalam menelantarkan korban," katanya pada publikasi Brasil tersebut. Kendati demikian, belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian Federal terkait ini.

BACA JUGA:Keluarga Juliana Marins Minta Autopsi Ulang Jenazah dan Ancam Tuntut Indonesia, Netizen Geram!

Jika "kemungkinan kelalaian" ditemukan, kasus kematian Juliana dapat dibawa ke badan-badan internasional, menyeret Indonesia sebagai pihak tertuduh.

"Kami menunggu laporan (otoritas Indonesia) dan begitu laporan itu tiba, kami akan menentukan langkah selanjutnya," jelas Taíssa selaku pembela hak asasi manusia regional di Rio de Janeiro, Taísa Bittencourt.

Pihak keluarga Juliana juga telah mengajukan proses otopsi ulang setelah jenazah Juliana tiba di Brasil pada 1 Juli lalu.

Otopsi pun langsung digelar pada hari yang sama di Institut Medis Legal (IML) Rio de Janeiro untuk mencari tahu penyebab dan waktu kematian Juliana Marins.

BACA JUGA:Kisah Mengharukan Pendaki Irlandia Nyaris Tewas di Gunung Rinjani, Mirip Insiden Juliana Marins

DPU menyebutkan pemeriksaan ulang ini sangat penting untuk mengklarifikasi dugaan bahwa Juliana mungkin tak dapat pertolongan memadai setelah kecelakaan terjadi.

“Otopsi kedua ini adalah permintaan dari keluarga. Kami akan mendampingi mereka sesuai hasil laporan dan keputusan yang akan diambil,” ujar Taisa.

Sebelumnya data kematian Juliana Marins menjawab beberapa spekulasi dan sesuai dengan pantauan drone Basarnas.

Hasil autopsi terhadap jenazah Juliana Marins  disebut meninggal 20 menit usai terperosok ke dalam jurang.

"Drone thermal kami di Sabtu sore sudah tidak menangkap panas tubuh korban saat searching di kedalaman, itu terjawab lewat hasil autopsi," kata Kepala Biro Humas dan Umum Basarnas Hendra Sudirman, dikutip Bacakoran.co dari Detiknews, Sabtu (28/6/2025).

Kategori :