Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diperluas: Tiga Jenazah Ditemukan!

Senin 07 Jul 2025 - 21:34 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Hingga hari ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban dari insiden tenggelamnya kapal motor penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang terjadi di Perairan Selat Bali, tepatnya di sekitar wilayah Ketapang, Banyuwangi. 

Kejadian memilukan ini memicu operasi besar-besaran dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, hingga relawan serta instansi terkait lainnya yang bersinergi dalam misi kemanusiaan tersebut.

Terbaru, laporan dari lapangan mengonfirmasi bahwa tiga jenazah korban kembali ditemukan. 

Saat ini, ketiganya telah dievakuasi dan dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri guna memastikan identitas resmi para korban. 

BACA JUGA:Tragis! Bocah 5 Tahun Tewas Tersetrum Tiang Listrik di Taman Yado, Baru Ditemukan Esok Paginya

BACA JUGA:Langsung Ditahan, Eks Walkot Palembang Harnojoyo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pasar Cinde

Proses ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan menyeluruh, mengingat pentingnya kejelasan informasi bagi keluarga yang menanti kabar di tengah suasana penuh kecemasan.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam keterangannya pada Senin, 7 Juli 2025 di Jakarta, menjelaskan bahwa pencarian korban masih terus dilanjutkan dan bahkan telah diperluas. 

Berdasarkan hasil koordinasi dan investigasi dari tim gabungan, area pencarian kini mencakup hingga 10 mil laut dari titik yang diduga sebagai lokasi tenggelamnya kapal. 

“Seluruh pihak terkait bekerja maksimal. Harapannya, dengan wilayah pencarian yang diperluas, kita dapat menemukan lebih banyak korban,” ujarnya.

BACA JUGA:Viral! Mobil Propam di Tapanuli Selatan Dikendarai Anak Dibawah Umur Tabrak Lari Pemotor, Kasi Terancam Sanksi

BACA JUGA:Surat Pendampingan Beredar, Istri Menteri UMKM Berikan Klarifikasi Terkait Kunjungan ke Eropa: Uang Pribadi

Untuk meningkatkan efektivitas pencarian di bawah permukaan laut, Basarnas merencanakan penggunaan teknologi deteksi bawah air dengan mengerahkan ROV (Remotely Operated Vehicle). 

Alat canggih ini mampu menjelajahi dasar laut dan diharapkan membantu dalam proses identifikasi bangkai kapal maupun potensi korban yang belum ditemukan. 

Meski begitu, tim tetap harus mempertimbangkan kondisi teknis seperti kedalaman laut, arus bawah, serta cuaca yang berubah-ubah.

Kategori :