"Kawal terus jangan sampe pacu jalur diklaim Malaysia."
"Viral dikit jadi duta, tapi yang ini mendingan sih, positif."
"Ada yang viral maka dimanfaatin."
"Latah amat sih,itu bocah juga belum ngerti. Cukup kasih apresiasi gak usah lebay."
BACA JUGA:Viral! Polantas Bogor Cekcok dengan Pengendara saat Kawal Anak Sakit yang Terjebak Macet
BACA JUGA:Viral! Penumpang KA Sancaka Celaka Gegara Lemparan Batu dari Jendela Kereta, Begini Tanggapan PT KAI
"Kalo ini bisa diterima. Dia betulan terlibat dan beraksi langsung. Cuma sayangnya masih bocah, yang berarti kemungkinan besar bakal disetir org dewasa di sekitarnya. Jadi, pengaruh yg dikasih dia sbg duta bs jadi arahan org2 dewasa itu. Tergantung org dewasanya baik ato tdk."
Di sisi lain, viralnya Pacu Jalur dan Rayyan Arkan juga memicu perdebatan di media sosial.
Sejumlah netizen sempat mengklaim bahwa tradisi Pacu Jalur berasal dari Malaysia.
Menanggapi itu, Gubernur Riau, Abdul Wahid, langsung angkat bicara.
BACA JUGA:Mobil Dinas Propam Tapsel Dipakai Pacaran? Viral Usai Tabrak Lari dan Tutupi Wajah
Ia menegaskan bahwa Pacu Jalur adalah tradisi asli masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Awalnya digunakan sebagai transportasi air, perlombaan perahu ini lambat laun berkembang menjadi festival budaya tahunan.
Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, juga memperkuat pernyataan tersebut.
Ia menyebutkan Pacu Jalur telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan, dan viralitas yang sekarang justru menunjukkan betapa besarnya daya tarik budaya lokal.