“Ketika pihak keluarga melakukan pemeriksaan, mereka tidak mengakui,” ungkap Bima dilansir Bacakoran.co dari Detiknews.
BACA JUGA:Merinding! Driver Ojol Dapat Order Kirim Barang, Dikira Paket Baju, Ternyata Mayat Bayi!
Ia mengakui bahwa dugaan tersebut muncul lantaran OS sempat dilaporkan hilang usai kejadian longsor di Megamendung, Bogor, beberapa hari sebelumnya.
Tarjan (61), warga sekitar, turut memperkuat dugaan, ia mendapat kabar dari temannya di Kemendagri bahwa salah satu staf sopir belum kembali sejak Minggu (6/7/2025).
“Teman saya itu bilang, sopir itu sejak hari Minggu belum ditemukan,” jelas Tarjan saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Proses identifikasi pun menjadi rumit, Tarjan mengatakan bahwa beberapa staf Kemendagri sudah melihat jasad secara langsung, namun ragu karena tahi lalat yang menjadi penanda utama tidak tampak jelas.
“Mereka agak ragu. Bagian yang masih bisa dilihat itu, dia berjenggot. Tapi satu identitas yang dia amati ini sudah enggak ada, tahi lalatnya,” ujarnya.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban kemungkinan sudah meninggal 4 hari sebelum ditemukan, berdasarkan kondisi kulit yang melepuh.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, namun proses autopsi masih berlangsung.
Penemuan ini memicu reaksi kebingungan dari masyarakat di media sosial.
BACA JUGA:Pegawai Kemenlu Ditemukan Tewas di Kamar Kosan, Kepala Dilakban: Ini Fakta Terbarunya
BACA JUGA:Heboh, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kosan Terlilit Lakban, Ternyata Diplomat Kemlu, Dibunuh?
Netizen mempertanyakan kejelasan kronologi dan identifikasi korban.